History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Joe Biden Bersedia Mempersenjatai Taiwan, Chiu Kuo-cheng: Utamakan Pembelaan Pertahanan Diri

  • 26 May, 2022
  • 鄭蕙玲
Joe Biden Bersedia Mempersenjatai Taiwan, Chiu Kuo-cheng: Utamakan Pembelaan Pertahanan Diri
Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan tingkat tinggi AS-Jepang mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan, apabila RRT invasi Taiwan, maka militer AS akan mengintervensi dan memberikan perlindungan untuk Taiwan, pernyataan ini cukup menguncang masyarakat dunia. Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng (邱國正今) pada hari Kamis ini (26/5) dalam sidang komite diplomasi pertahanan nasional Yuan Legislatif menyampaikan, setiap negara baik memiliki hubungan diplomatik atau tidak, pernyataan atau tindakan apa pun yang bermanfaat untuk operasi pertahanan Taiwan maka Kemenhan menyambut baik, posisi militer taiwan adalah melindungi masyarakat sendiri.

Menhan Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Pelatihan militer rutin yang dilakukan, apapun yang menjadi komentar dari masyarakat luar, kesimpulan penilaian adalah pelatihan militer nasional rutin wajib berjalan dengan optimal, tidak bergantung pada penuturan atau tindakan orang lain lalu merasa bangga, pihak kami tidak bersikap demikian.”

Menhan Chiu Kuo-cheng mengemukakan, Kemenhan bukan pakar politisi, penilaian dari banyak pakar ada dasar argument tertentu, tidak perlu dibantah akan tetapi militer tidak bersikap sombong melainkan memperhatikan bagaimana cara untuk memperkuat kerja pelatihan tempur secara komprehensif.

Media bertanya, pemberitaan dari New York Times terkait pihak AS akan bekerja sama dengan Taiwan dalam sektor pelatihan militer yang disesuaikan dengan pengalaman “mempersenjatai Ukraina”, membangun kekuatan jalur laut bagi Taiwan untuk mengusir militer RRT, membentuk “doktrin porcupine” di Taiwan. Chiu Kuo-cheng mengatakan, saat ia menjalani wamil bertahun-tahun yang lalu, ada seorang instruktur militer angkatan laut AS bersamanya membahas masalah ini, menekankan meningkatkan kekuatan pertahanan diri, menjalani operasi pertahanan defensif pulau Taiwan, pulau Penghu. Chiu Kuo-cheng beranggapan, pada dasarnya inti dari doktrin porcupine adalah difokuskan pada perlindungan diri, pihak kami sangat menyambut baik, akan tetapi tidak menerima sepenuhnya melainkan wajib mempertimbangkan kemampuan diri.

Selain itu, usungan dalam sidang Diplomasi Pertahanan Nasional Yuan Legislatif meminta Kemenhan menganalisa kemungkinan mengerahkan berbagai rudal presisi di luar pulau Taiwan seperti Kinmen dan Mazu. Dalam laporan tertulis yang disampaikan oleh Kemenhan, mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya, karakteristik senjata, medan yang terbatas, pergantian peralatan dan maintenance dan lainnya, maka dinilai kurang tepat penempatan militer ini di kawasan Kinmen dan Mazu, akan tetapi di luar pulau Taiwan telah dikerahkan rudal stinger yang kecil dan fleksibel untuk menjaga pertahanan udara. Chiu Kuo-cheng pada hari Kamis ini (26/5) lebih lanjut mengatakan, asalkan bisa memperkuat pertahanan mandiri di luar pulau Taiwan, unsur pertahanan diri menjadi pertimbangan utama bagi pihak militer, tetapi demi membela pertahanan nasional tidak mungkin setiap orang dilengkapi alat stinger, pihak kemiliteran tidak hanya memperhatikan satu jenis peralatan senjata saja, tetapi membangun peralatan senjata yang lengkap.

Komentar

Terbarumore