(Taiwan, ROC) --- Media Amerika Serikat mewartakan, untuk mencegah otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) menyerang Taiwan dengan menggunakan kekuatan militer, serta memetik pengalaman dari perang Ukraina – Rusia, maka AS akan mempercepat proyek penyempurnaan sistem pertahanan Taiwan.
Menanggapi pemberitaan media di atas, Departemen Luar Negeri AS pada tanggal 25 Mei 2022 menegaskan, AS mendukung kemampuan pertahanan diri Taiwan, yang mana telah sesuai dengan kebijakan Taiwan Relations Act, serta mendorong Taiwan mempromosikan taktik strategi asimetris.
Media New York Times mengutip pernyataan dari pejabat AS yang menyampaikan bahwa pemerintah Negeri Paman Sam memiliki perencanaan untuk memperkuat militer mereka di wilayah regional, dengan maksud untuk mencegah RRT menyerang Taiwan. Selain itu, mengacu pada situasi peperangan antara Rusia dengan Ukraina, maka AS akan mempercepat penyempurnaan sistem pertahanan Taiwan.
Menanggapi pemberitaan New York Times tersebut, juru bicara Deplu AS, Ned Price menuturkan, menilik isi dari kebijakan Taiwan Relations Act, maka AS berkewajiban menyediakan fasilitas dan layanan pertahanan yang diperlukan Taiwan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pertahanan diri yang memadai.
Dan dalam beberapa tahun belakangan, AS telah menyetujui proyek penjualan senjata kepada Taiwan, dengan nilai melampaui US$ 18 miliar.
Lebih lanjut disampaikan oleh Ned Price, bahwa AS mendorong Taiwan untuk mempromosikan strategi asimetris, mengingat ini adalah taktik yang paling efektif bagi Taiwan. Otoritas AS juga aktif menggelar dialog rutin dengan Taiwan, guna membahas sistem dan mekanisme terbaik untuk mengaplikasikan strategi asimetris.
Saat berada di Jepang pada tanggal 23 Mei 2022, Presiden AS, Joe Biden menyampaikan, jika RRT mengerahkan militer mereka dan menyerang Taiwan, maka AS juga akan menggunakan kekuatan militer untuk melindungi Taiwan. Namun, tidak lama setelah itu, Joe Biden kembali mengklarifikasi bahwa kebijakan strategi ambigu milik AS terhadap Taiwan tidak akan pernah berubah.
Pada tanggal 25 Mei 2022, saat Foreign Press Centers (FPC) di Washington memberi pengarahan kepada media asing perihal pernyataan Presiden Joe Biden, Wakil Asisten Urusan Asia Timur Menlu AS, Mark Lambert menyampaikan, kebijakan Satu Tiongkok yang diakui AS tidak akan pernah berubah.
Selain itu, AS juga terus memegang teguh komitmennya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta membantu Taiwan melengkapi kebutuhan militer mereka, yang mana hal tersebut telah sesuai dengan Taiwan Relations Act.