(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada salah satu analisa permainan strategi perang dari kalangan masyarakat Amerika sendiri, jika pihak Daratan Tiongkok berhasil merebut kedaulatan yang dimiliki oleh Taiwan secara keseluruhan pada tahun 2027, maka akan memaksa pihak Amerika untuk segera menggelar sikap tindakan antisipasi perlindungan dan penyerangan dari pangkalan militer Amerika, bahkan tidak melepas kemungkinan untuk menggunakan senjata nuklir. Pakar ahli strategi perang yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berpendapat bahwa jika perang mulai berkecamuk, maka membutuhkan masa waktu perang yang berkepanjangan. Hal ini tidak saja akan dihadapi oleh Amerika, namun Australia dan Jepang juga akan segera menaikkan tensi dan mengambil langkah antisipasi dalam melawan pasukan komunis Tiongkok saat menyerang Taiwan, serta akan mempersiapkan diri secepat mungkin untuk memasuki masa perang.
Media National Broadcasting Company milik Amerika sempat memberitakan jika praduga aksi militer yang disebutkan tersebut diajukan oleh anggota DPRD Amerika, mantan perwira Pentagon dan pakar ahli strategi perang Daratan Tiongkok. Media NBC caban Washington Dc pada bulan April lalu sempat merilis isi rencana program pengutusan satuan prajurit. Adapun waktu latihan yang disebutkan menghabiskan waktu selama 5 jam, sementara pihak Pentagon sendiri memaparkan jika pihaknya membutuhkan masa waktu lima hari.