History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Jepang: Tidak Memperbolehkan Penggunaan Senjata Mengubah Status Quo

  • 06 May, 2022
  • 尤繼富
PM Jepang: Tidak Memperbolehkan Penggunaan Senjata  Mengubah Status Quo
PM Jepang Terus Memperhatikan Selat Taiwan, Tidak Memperbolehkan Adanya Upaya Penggunaan Senjata Untuk Mengubah Status Quo

(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dalam sebuah konferensi pers yang digelar di London, Inggris pada tanggal 5 Mei mengemukakan, Jepang terus memperhatikan perdamaian dan stabilitas selat Taiwan, serta sama sekali tidak memperbolehkan adanya tindakan-tindakan yang mengubah status quo dengan menggunakan kekuatan senjata di Indo-Pasifik, terutama pada kawasan Asia Timur.

Dalam menanggapi pertanyaan wartawan pada konferensi pers tersebut, Fumio Kishida menegaskan, perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan tidak hanya penting bagi Jepang, namun juga ada keterkaitannya dengan situasi internasional yang stabil. Terkait dengan isu Taiwan, posisi Jepang saat ini adalah mengharapkan penyelesaian secara damai. Berdasarkan posisi tersebut, Jepang akan terus memberikan perhatian. Fumio Kishida menuturkan, posisi dasar Jepang adalah mementingkan nilai-nilai universal, memberikan tanggapan secara tegas terhadap situasi di Ukraina, serta akan terus memperhatikan perdamaian dan stabilitas selat Taiwan.

Beliau menambahkan, pentingya untuk dapat berjalan bersama dengan negara-negara yang berbagi nilai-nilai universal, sekutu dan negara-negara yang memiliki pola pikir yang sama harus bekerja sama satu sama lain. Tidak memperbolehkan adanya upaya untuk mengubah status quo dengan menggunakan kekuatan senjata di Indo-Pasifik, khususnya di kawasan Asia Timur.

Dirinya juga menuturkan, karena adanya sense of crisis “Hari ini Ukraina, keesokan harinya mungkin Asia Timur”, maka dari itu dirinya mengubah kebijakan Jepang terhadap Rusia, serta memberikan tanggapan yang tegas seperti yang dilakukan oleh negara-negara G7 (Group of Seven) yakni berupa sanksi terhadap Rusia, yang terpenting adalah untuk memberi tahu kepada semua orang, jika Rusia harus membayar mahal akan tindakannya, tidak dapat memberikan pesan yang salah kepada komunitas internasional.

Komentar

Terbarumore