History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kelompok Buruh Berdemo untuk Menuntut UU Upah Minimum, Jaminan Pensiun

  • 02 May, 2022
  • 陳志勇
Kelompok Buruh Berdemo untuk Menuntut UU Upah Minimum, Jaminan Pensiun
Kelompok Buruh Berdemo untuk Menuntut UU Upah Minimum, Jaminan Pensiun

(Taiwan, ROC) - Kelompok buruh Taiwan turun ke jalan di Taipei pada hari Minggu dalam demonstrasi Hari Buruh tahunan, menyerukan pemberlakuan undang-undang baru perihal penetapan upah minimum dan jalur keuangan untuk program pensiun negara yang dilanda defisit.

Demo tahun ini dihadiri oleh sekitar 1.000 pengunjuk rasa dari sejumlah kelompok buruh termasuk Front Buruh Taiwan (TLF). Aksi unjuk rasa digelar di depan Kantor Kepresidenan dan tidak dilanjutkan dengan pawai atas pertimbangan pandemi COVID-19.

Dalam siaran persnya, TLF meminta Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memenuhi janji kampanyenya tahun 2016, yakni memberlakukan Undang-Undang Upah Minimum untuk membantu menyelesaikan masalah gaji rendah yang sudah berlangsung lama di Taiwan.

Undang-undang tersebut, jelas TLF, akan menjadi alternatif yang lebih "transparan dan masuk akal" dari sistem saat ini, di mana penyesuaian upah minimum diusulkan oleh komite khusus di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).

Menurutnya, pemerintah juga harus memperbaru undang-undang yang melindungi pencari kerja untuk mencerminkan perubahan di pasar kerja modern, dan secara ketat mempromosikan dan menegakkan Undang-Undang Asuransi dan Perlindungan Kecelakaan Kerja, yang mulai berlaku pada hari Minggu.

TLF juga mendesak pemerintah dan partai-partai oposisi untuk menopang Dana Asuransi Tenaga Kerja. Selaku sistem pensiun utama Taiwan untuk pekerja pensiunan, dana tersebut sedang terancam bangkrut pada tahun 2028 kalau tidak ada campur tangan pemerintah.

Terakhir, kata kelompok itu, Yuan Legislatif harus mengesahkan Undang-Undang Pendidikan Ketenagakerjaan, menyiapkan sistem untuk mendidik pekerja tentang hak dan perlindungan yang dijamin oleh undang-undang.

Sebagai tanggapan, MOL mengemukakan bahwa mereka tidak lama lalu telah mengajukan rancangan Undang-Undang Upah Minimum kepada Kabinet untuk ditinjau, dan kendati tanpa pemberlakuan undang-undang itu, Komite Peninjau Upah Minimum MOL telah menaikkan upah minimum bulanan sebesar 26,2% dan gaji minimum per jam lebih dari 40% sejak 2016.

Dalam hal keselamatan tempat kerja, Taiwan sekarang memiliki satu inspektur keselamatan dan kebersihan kerja untuk setiap 11.152 pekerja, mendekati rasio 1:10.000 yang direkomendasikan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), lanjut MOL.

MOL juga berjanji akan terus mencari cara untuk menjamin stabilitas jangka panjang dari sistem asuransi tenaga kerja, tapi mengingatkan bahwa setiap reformasi besar harus mencapai konsensus dari masyarakat.

Komentar

Terbarumore