(Taiwan, ROC) --- Anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif hari ini (28/4) mengundang Kepala Biro Pertahanan Nasional, Chen Ming-tong (陳明通), untuk melaporkan “Perkembangan Epidemi Terkini untuk Kawasan RRT, Serta Stabilitas Sosial dan Pengaruh Politik Wilayah Setempat”.
Chen Ming-tong menyampaikan, situasi penularan epidemi COVID-19 di RRT memperlihatkan tendensi peningkatan yang cukup signifikan.
Pemimpin RRT, Xi Jin-ping (習近平) menginstruksikan untuk tetap menjalankan prosedur “pembersihan”, tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung yang mumpuni. Hal ini disinyalir telah mengakibatkan kekacauan dan kemarahan publik setempat.
Ketidakstabilan tersebut juga mempengaruhi daya konsumsi masyarakat dan jumlah produksi para pengusaha setempat. Tidaklah heran, jika banyak perusahaan asing yang membuka cabang di RRT mengeluh pesimis melihat prospek ekonomi di sana.
Chen Ming-tong menyampaikan, kebijakan untuk melakukan “pembersihan” terhadap kasus positif COVID-19 hanya akan membuat situasi menjadi tegang dan penuh tekanan.
Kontradiksi antara masyarakat dengan pemerintah terus terakumulasi, yang mana hal tersebut hanya akan memperparah situasi ekonomi, politik dan sosial setempat.
Target untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5% akan semakin sulit tercapai, mengingat penularan COVID-19 di RRT yang semakin meluas.
Meski demikian, situasi di RRT secara keseluruhan dapat dikatakan cukup terkendali.
Chen Ming-tong melanjutkan, hingga saat ini tidak ada kekuatan internal partai lainnya yang hendak menantang Pemimpin Xi Jin-ping. Situasi penularan COVID-19 yang kembali meluas di Shanghai dan kota-kota lainnya, disinyalir semakin tidak dapat menggoyahkan posisi Xi Jin-ping.
Anggota legislator menaruh perhatian yang mendalam terhadap kemungkinan pihak RRT untuk menciptakan konflik "abu-abu” atau aksi militer, guna meredakan ketegangan internal mereka. Menjawab kekhawatiran tersebut, Chen Ming-tong menyampaikan, jika melihat dari perspektif krisis Ukraina – Rusia saat ini, maka niat RRT untuk menyerang Taiwan dikarenakan hanya ingin menurunkan ketegangan di wilayah mereka, dirasa tidak masuk akal.
Jika RRT menggunakan alasan “Mewujudkan Kebangkitan Kaum Tionghoa Secara Menyeluruh”, maka tidak akan ada pembenaran akan hal tersebut.
Chen Ming-tong mengatakan, “Jika Anda ingin menggunakan alasan mewujudkan kebangkitan warga Tionghoa, kemudian menyerang Taiwan, atau dikarenakan ingin menghilangkan ketegangan internal, maka saya rasa hal tersebut akan sulit mendapat legitimasi dan sulit untuk tidak membuat dunia internasional melawan Anda. Jadi, saya percaya mereka tentunya akan memikirkan baik-baik hal ini. Epidemi telah memperberat situasi perekonomian, sehingga saya minta mereka untuk terus bekerja keras.”
Di samping itu, media juga melaporkan bahwa perpanjangan landasan pacu di Bandara Pulau Taiping, telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.
Menanggapi pemberitaan di atas, Chen Ming-tong menyebutkan bahwa kabar media tersebut tidaklah benar. Anggota legislator pun bertanya, apakah RRT hendak meluncurkan aksi pertahanan yang baru. Menjawab hal tersebut, Chen Ming-tong menyampaikan, dalam setiap interaksi antara kedua selat, Pulau Taiping telah menjadi wacana strategis RRT, serta merupakan penghubung yang sangat penting antar Taiwan dengan RRT.