(Taiwan, ROC) Mantan pejabat gedung putih, Evan Medeiros kemarin (13/4) menyampaikan, karena perang Rusia-Ukraina, maka Taiwan semakin mempertimbangkan pertahanan diri serta pengadaan alutsista demi membela pertahanan, sebenarnya ini menjadi hal yang baik. Mantan pejabat Kemenlu, Susan Thornton beranggapan, situasi militer Rusia di Ukraina tidak begitu lancar, ada kemungkinan bermanfaat bagi Taiwan untuk menghindari risiko dalam jangka waktu pendek.
Dewan Hubungan Internasional (Council on Foreign Relations, CFR) kemarin (13/4) menggelar pertemuan virtual, mengundang Evan Medeiros, Susan Thornton dan analis ekonomi politik internasional CFR, Zoe Liu (劉宗媛) untuk membahas hubungan RRT-Rusia, bagaimana pemerintah Beijing merespons invasi Rusia terhadap Ukraina, tanggapan masyakarat internasional terhadap perang Rusia-Ukraina dan pengaruh pemerintah Beijing terhadap kebijakan politik Taiwan dan lainnya.
Perang Rusia-Ukraina yang berlangsung lebih dari satu bulan, pemerintah AS negara barat yang tidak mengutus militer membantu Ukraina, tetapi mengambil tindakan sanksi ekonomi secara tegas terhadap pemerintah Rusia. Selama masa ini, operasi militer Rusia di Ukraina, menyebabkan Rusia mengalami permasalahan pasokan logistik dan lainnya sehingga operasi perang tidak akan berakhir dengan cepat, masyarakat luar memperhatikan apakah ini memengaruhi modus Beijing terhadap Taiwan.
Evan Medeiros pada bulan Maret awal mengikuti perwakilan lintas parpol berkunjung ke Taiwan. Ia mengatakan, terkait dengan perang di Ukraina, Taiwan semakin gencar terhadap strategi pertahanan nasional, pengadaan peralatan, pertahanan sipil dan berbagai reformasi domestik, “agar Taiwan semakin kuat untuk menghadang, bertanggung jawab dalam membela diri, saya beranggapan pada akhirnya ini akan menjadi hal yang baik”.
Berkaitan dengan apa yang didapat pemerintah Beijing dari perang Rusia-Ukraina, Evan Medeiros yang saat ini dengan menjabat sebagai dosen pengajar di Georgetown University, beranggapan saat ini masih terlalu awal memberi penilaian.
Ia mengatakan, pihak RRT menganalisa perang Rusia-Ukraina dengan mengamati apakah AS dan negara anggota NATO terlibat secara langsung, juga mempertimbangkan negara barat memberikan penalti ekonomi terhadap Rusia dan perubahan situasi politik internasional, akan tetapi tidak diketahui jelas resolusi apa yang akan diambil oleh pemerintah Beijing, “Ada kemungkinan kami juga memberi penilaian yang salah dalam menilai kemampuan kepemimpinan RRT”.
Evan Medeiros mengatakan , kondisi militer Rusia di Ukraina sangat jelas menunjukkan biaya modal, kompleksitas, risiko dan hambatan bagi RRT untuk melakukan serangan militer terhadap Taiwan, akan tetapi dirinya tidak jelas resolusi apa yang akan diambil RRT.
Susan Thornton merespons pernyataan dari Evan Medeiros bahwa, pengaruh seperti apa terjadi di Taiwan akibat perang dan situasi di Ukraina, saat ini masih terlalu awal untuk berkomentar, akan tetapi ia beranggapan laut Taiwan dalam masa waktu dekat ini cukup aman dan tidak ada krisis perang. Susan Thornton mengatakan, “Setidaknya pihak RRT di masa dekat ini tidak mengharapkan adanya perang, situasi di Ukraina yang kompleks juga memengaruhi dan menekan risiko serangan dalam jangka waktu pendek.”