(Taiwan, ROC) - Hari ini, 7 April 2022 adalah Hari Kebebasan Berbicara Taiwan. Melalui akun pribadinya di facebook, Wakil Presiden William Lai (賴清德) menyampaikan, 33 tahun yang lalu, Cheng Nan-jung (鄭南榕) mengorbankan nyawanya untuk mempersembahkan "sayap kebebasan" kepada masyarakat Taiwan.
Pengorbanan Cheng Nan-jung akhirnya memicu era demokrasi kebebasan yang luar biasa di tengah masyarakat Taiwan.
Wapres William Lai menuturkan, di era tersebut, Taiwan memiliki 100 hukum pidana dan hukuman bagi mereka yang berusaha memberontak. Selain itu, hanya ada 3 saluran televisi yang seluruhnya digunakan untuk menyiarkan kepentingan politik pemerintahan, bahkan kebebasan untuk berbicara mendapat tekanan yang luar biasa.
Cheng Nan-jung menggunakan hidupnya untuk menerobos belenggu dan paksaan dari paham otoritarianisme. Hari ini, Taiwan telah merasakan buah kebebasan yang sangat bermakna. Posisi pemimpin di tingkat daerah hingga presiden, semuanya dipilih langsung oleh masyarakat.
Opini publik tidak lagi mendapat kekangan, selama penyampaian diutarakan berdasarkan fakta dan bukan fitnah. Seluruh masyarakat dapat mengomentari kebijakan atau pendapat yang dilontarkan oleh petinggi pemerintahan.
William Lai melanjutkan, kebebasan berbicara yang dirasakan saat ini tidak datang dengan begitu saja, melainkan harus melalui perjuangan dan pengorbanan yang tragis.
Nilai berharga yang diperjuangkan oleh Cheng Nan-jung tidak semata-mata hanya hak kebebasan, melainkan juga tanggung jawab untuk melindunginya.
Di tengah konflik yang terjadi di dunia internasional, terutama krisis Ukraina - Rusia saat ini, membuat penyebaran informasi palsu semakin menjadi-jadi. Informasi tidak benar sengaja disebarkan dengan maksud untuk menyesatkan opini publik dan pemahaman dunia terhadap fakta yang terjadi di lapangan.
Penyalahgunaan kebebasan berbicara dengan didukung kekuatan media akan menjadi ancaman yang lebih kuat dibandingkan senjata peperangan. Dengan demikian, "membaca" sudah seharusnya menjadi tanggung jawab generasi ini, agar masyarakat memiliki kemampuan untuk memverifikasi dan menelusuri keaslian dari informasi yang didapat.
Kebebasan berbicara yang diperoleh dengan susah payah ini tidak seharusnya disalahgunakan. Dengan sikap yang penuh tanggung jawab, maka akan menghantarkan "Kehidupan Kebebasan Taiwan" ke era yang lebih bermartabat.
William Lai menambahkan, dirinya sangat berterima kasih atas keberanian dan pengorbanan Cheng Nan-jung yang telah membuka jalan untuk memperjuangkan kebebasan demokrasi. Generasi saat ini sudah seharusnya mempertahankan prinsip ini sehingga dapat dilestarikan hingga ke anak cucu.
Dengan demikian, semangat dan konsep kebebasan berpendapat dapat terus diperdalam dan berkelanjutan di Bumi Formosa.