(Taiwan, ROC) 200 anggota parlemen AS lintas partai kemarin menyampaikan surat resmi kepada pemerintah Joe Biden, mengimbau agar Taiwan ikut serta dalam kerangka kerja sama ekonomi Indo Pasifik. Anggota parlemen mengatakan, Taiwan adalah bagian penting dalam komunitas ekonomi regional Indo Pasifik, juga merupakan mitra dagang terbesar ke-8 bagi AS, maka pihak AS memiliki alasan yang kuat untuk mengikutsertakan Taiwan dalam kerja sama ini.
Surat petisi tersebut disampaikan oleh anggota parlemen AS diantaranya Steve Chabot, Albio Sires , Mario Diaz-Balart, Gerry Connolly dan mendapat dukungan 196 anggota parlemen lintas partai politik. Pada hari ini surat disampaikan kepada Menteri Ekonomi AS Gina Raimondo, Kepala Perwakilan Perdagangan Katherine Tai.
Dalam surat tersebut berisikan, Taiwan adalah ekonomi penting di kawasan Indo-Pasifik, mereka percaya bahwa partisipasi Taiwan sangat bermanfaat dalam "Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik" (IPEF) yang akan digelar oleh Amerika Serikat. Selain itu, pihak Taiwan juga menyampaikan kesediaan untuk berpartisipasi, pihak AS juga memiliki alasan yang kuat untuk mengikutsertakan Taiwan. Sebagai contoh nyata, Taiwan telah menjadi mitra dagang penting Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Tahun lalu, Taiwan menjadi mitra dagang terbesar ke-8 Amerika Serikat dengan total volum perdagangan bilateral mencapai sebesar USD 114 miliar (setara dengan NTD 3 trilyun 286,6 milyar).
Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Kami kembali menyampaikan bahwa pihak kami menyambut baik dan sangat mendukung, kami juga mendukung IPEF Amerika Serikat, baik sasaran terkait dan mempromosikan pertukaran pendapat, kami juga menegaskan bahwa kami mengharapkan dapat berpartisipasi dalam IPEF, Kemenlu dan kementerian terkait melalui sistem kerja sama ekonomi, memperdalam berbagai kerja sama dalam ketahanan rantai pasokan, pembangunan infrastruktur.”
Selain itu, parlemen juga menyampaikan rantai pasokan AS semakin bergantung pada RRT, sementara Taiwan juga memainkan peran penting dalam promosi rantai pasokan industri yang terdiversifikasi. Taiwan-AS sejak 2020 menggelar dialog kemitraan kemakmuran ekonomi (EPPD), isi dialog tentang perluasan ekonomi, mencakup e-commerce, jaringan komunikasi 5G, keamanan telekomunikasi, rantai pasokan, kerja sama pembangunan infrastruktur dan energi terbarukan, sebagian besar isu ini menjadi fokus program IPEF
Anggota parlemen mengatakan, Taiwan aktif dalam Konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) sejak tahun 1991, giat mempromosikan kerja sama regional dan liberalisasi perdagangan dan investasi; Taiwan juga telah menjalin kemitraan dengan negara-negara regional melalui Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global( GCTF), sejak tahun 2015 terbentuk menarik ribuan orang untuk ikut serta dalam lokakarya dan menyerap ketrampilan Taiwan.
Anggota parlemen menekankan, Taiwan semestinya terlebih dahulu diundang untuk menghadiri IPEF, partisipasi Taiwan mampu memberikan informasi jelas kepada dunia, serta “AS bersama mitra aliansi, tidak lagi mendapat tekanan “bully” dari pemerintah Beijing”. Ia mengatakan, berkaitan dengan situasi Rusia-Ukraina, AS semakin jelas menambah dukungan yang diberikan untuk Taiwan. Pemerintah AS Joe Biden bulan Oktober tahun lalu umumkan, pihak AS mendirikan IPEF, yang bertujuan untuk pembinaan hubungan dengan semakin banyak mitra negara pada abad 21. Sementara pejabat pemerintah Republik Tiongkok telah berulang kali menyampaikan kesediaan untuk ikut serta.
Menurut dokumen pemetaan strategi Indo Pasifik yang diumumkan pada bulan Februari lalu, IPEF dijadwalkan akan mulai diaktifkan pada awal tahun ini, bertujuan untuk mempromosikan perluasan praktik ekonomi berstandar tinggi, pengawasan ekonomi digital, memperbaiki ketahanan dan keamanan rantai pasokan industri dan mempromosikan investasi berstandar tinggi dan transparan. Kerangka kerja sama ini akan memperkuat integrasi AS dan ekonomi regional Indo Pasifik serta saling berbagi kesempatan berkontribusi untuk kawasan regional.