History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Taiwan Akan Dorong Empat Program Transformasi untuk Mencapai Target Transformasi Nol Bersih 2050

  • 21 March, 2022
  • 陳志勇
Presiden Tsai: Taiwan Akan Dorong Empat Program Transformasi untuk Mencapai Target Transformasi Nol Bersih 2050
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) (depen tengah) menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ESG Berkelanjutan Taiwan yang kedua di Taipei pada hari Senin, 21 Maret. (Foto: Kantor Kepresidenan)

(Taiwan, ROC) - Target Transformasi Nol Bersih 2050 adalah tantangan yang sedang dihadapi dunia, termasuk Taiwan. Jalan ini tidak mudah ditempuh, tapi Taiwan akan terus mendorong empat program transformasi yang diharapkan bisa menjadi tenaga pendorong baru di Taiwan.

Demikian diungkapkan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ESG Berkelanjutan Taiwan yang kedua di Taipei pada hari Senin, 21 Maret.

Tsai menerangkan, transformasi pertama adalah dalam sektor sumber daya, selain terus mengembangkan energi terbarukan yang matang dan langkah peningkatan penggunaan gas alam dan pengurangan batubara, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan dalam membangan energi baru seperti energi hidrogen dan energi hijau.

Transformasi kedua adalah mempercepat transformasi perindustrian. Menurut Tsai, industri Taiwan yang berorientasi ekspor harus sepenuhnya mengembangkan perbaikan proses, konversi energi dan ekonomi sirkular, dan sektor publik dan swasta harus bekerja sama dalam investasi sumber daya untuk menanggapi situasi ekonomi dan perdagangan baru.

Yang ketiga adalah transformasi kehidupan, termasuk diadopsinya konsep karbon rendah untuk semua semua aspek kehidupan; dan yang keempat adalah transformasi sosial untuk menjamin partisipasi rakyat dalam perubahan yang didatangkan transformasi yang dilaksanakan.

Dewan Pembangunan Nasional (NDC) akan merilis peta Transformasi Nol Bersih 2050 pada akhir Maret, tapi kepala negara menegaskan, ini bukan jawaban standar, melainkan sebuah mekanisme dialog antara pemerintah dan rakyat untuk memastikan diraihnya dukungan dan partisipasi warga, termasuk untuk kebijakan finansial berkelanjutan.

Presiden Tsai mengatakan, “Komisi Pengawas Keuangan beberapa tahun terakhir giat mempromosikan pasar keuangan hijau untuk mendorong dukungan kapital bagi pengembangan energi terbarukan. Langkah pertama sudah kita ambil. Berikutnya, pemerintah akan terus membantu lembaga finansial, membimbing arah investasi kapital, dan bekerja sama dengan industri untuk mewujudkan ESG dan membuka pasar pemasok internasional.”

Untuk diketahui, ESG adalah sebuah standar perusahaan dalam praktik investasinya, terdiri dari tiga konsep yakni Environmental, Social dan Governance, atau Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola.

Komentar

Terbarumore