(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan masa wamil diperpanjang atau tidak, Menhan Chiu Kuo-cheng pada hari Kamis ini (10/3) saat sidang Yuan Legislatif menerima wawancara dan menyampaikan, ada perbedaan dari berbagai kalangan, pihaknya sedang mempelajari apakah rasional, dapat diterima oleh semua masyarakat, serta memiliki daya tempur mendasar, akan tetapi hingga saat ini masih belum ada putusan. Berkaitan dengan apabila kedua selat berperang, apakah Taiwan juga mengambil strategi perang yang sama dengan Ukraina? Chiu merespons medan perang tidak sama, maka tidak bisa disamakan.
Sidang Komite Pertahanan Nasional dan Diplomasi Yuan Legislatif pada hari Kamis ini(10/3) meminta Menham Chiu Kuo-cheng, Menlu Joseph dan Dirjen Dewan Keamanan Nasional(NSB), Chen Ming-tong(陳明通) untuk memberikan laporan terkait Analisa dan Tanggapan situasi perairan laut Taiwan dan perang Rusia-Ukraina” dan diinterpelasi. Laporan yang disampaikan Menlu mengungkit “apabila RRT salah mengkalkulasi, mengambil tindakan militer terhadap Taiwan, maka wajib dibayar dengan penderitaan”, Menhan Chiu sebelum sidang menerima wawancara dan memberikan pandangannya terkait dengan perihal ini.
Chiu Kuo-cheng mengatakan, semua orang tidak menginginkan perang, yang disebut dengan “persiapan militer untuk berjaga-jaga”, persiapan perang menjadi bahan pertimbangan, dilihat dari pengalaman masa lalu, sekali berperang, maka semua akan menderita walaupun menang dalam perang. Chiu mengatakan, persiapan dari Kemenhan, “mata bisa melihat, telinga bisa mendengar akan tetapi mulut membungkam”, tidak memberikan komentar, apa yang dilihat, terdengar akan dijadikan sebagai bahan masukan, dengan mengambil sikap melihat dan menunggu.
Berkaitan dengan periode pelatihan kemiliteran bulan April apakah akan diperpanjang, Chiu Kuo-cheng menyampaikan yang utama adalah bagaimanan menunjukkan kemampuan tempur dasar, sementara ini masing-masing memiliki pendapat, jajak pendapat juga ada perbedaan usia, semua ini akan menjadi masukan bagi Kemenhan. Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Bagaimana agar bisa diterima oleh semua orang, yang rasional, agar periode pelatihan militer ini dapat diperpanjang untuk masa tertentu, kekuatan daya tempur juga dapat dirasakan, kalau begitu saat kembali menjalani militer di masa mendatang, pada dasarnya dapat terlihat kemampuan bertempur, kami akan mengupayakan hal ini, maka hingga saat ini kami belum memutuskan apapun.”
Selain itu, Kemenhan juga melaporkan strategi perang Ukraina yang berkepanjangan dan melelahkan, media mempertanyakan, apabila terjadi perang lintas selat, strategi apa yang akan diambil Taiwan? Chiu Kuo-cheng menjawab, ada perbedaan tempat, situasi operasi pertahanan Taiwanpun berbeda. Dalam perlawanan perang “ruang menggantikan waktu” dengan prinsip ini, lingkungan medan perang yang tidak sama, maka tidak bisa disamakan. Ada media yang bertanya apakah setiap warga Taiwan akan sama dengan Ukraina yang memiliki senjata, Chiu merespons sambil tersenyum, tidak separah itu situasi demikian masih terlalu jauh.