History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hubungan Timbal Balik Taiwan-AS, John Deng Harap Taiwan Bergabung Dalam IPEF

  • 10 March, 2022
  • 鄭蕙玲
Hubungan Timbal Balik Taiwan-AS, John Deng Harap Taiwan Bergabung Dalam IPEF
John Deng Harap Taiwan Bergabung Dalam IPEF (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Menteri Tanpa Portofolio, John Deng kemarin (9/3) menghadiri kegiatan Wadah Pemikir Washington, ia menyampaikan, Taiwan adalah mitra yang aman dan terandalkan, tidak menggunakan cara ancaman ekonomi, hubungan ekonomi Taiwan-AS saling membutuhkan, Taiwan mendukung serta mengharapkan menjadi anggota bagian dari Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) Amerika Serikat.

Pada awal tahun ini AS berencana untuk membentuk "Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik", untuk mengisi celah besar dalam keterlibatan AS dengan kawasan Indo-Pasifik, pada tahun 2017 sejak AS menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang kemudian disebut dengan Perjanjian untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP)). John Deng saat menghadiri webinar yang digelar wadah pemikir AS "Brookings Institution", ia menyampaikan peran Taiwan dalam rantai pasokan global, dan menegaskan kembali kesediaan Taiwan untuk bergabung dengan IPEF.

John Deng juga mengatakan, meskipun menghadapi pandemi COVID-19, kinerja ekonomi Taiwan dukup bagus, pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi sekitar 3,3%, dan 6,4% pada 2021 dan tahun ini diprakirakan tingkat pertumbuhan 4,4%. Dibandingkan dengan perekonomian regional lainnya, kinerja ekonomi Taiwan bisa dikatakan cukup luar biasa.

Mengenai peran penting Taiwan dalam rantai pasokan global, John Deng menunjukkan bahwa selain Taiwan yang menguasai sekitar 60% pasar semikonduktor global, kapasitas produksi komponen papan sirkuit cetak (PCB), juga menyumbang sekitar setengah dari kapasitas produksi dunia, dan kapasitas produksi perlengkapan internet mencatat proporsi juga cukup tinggi.

John Deng mengatakan, Taiwan-AS bekerjasama dalam rantai pasokan, keamanan perekonomian kedua belah pihak sangat penting sekali. Taiwan tidak mungkin dapat memproduksi sendiri, masih banyak teknologi, bahan baku dan elemen lainnya yang perlu diimpor dari AS, termasuk bahan pangan seperti kacang kedelai, jagung dan lainnya, maka Taiwan memerlukan mitra rantai pasokan yang bisa terandalkan seperti AS. Saat bersamaan, John Deng mengatakan, Taiwan juga yakin AS memerlukan Taiwan.

Berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina apakah juga memberi dampak buruk terhadap ekonomi Taiwan, John Deng mengatakan, hal ini memberikan tantangan bagi perekonomian dunia, harga minyak dan banyak harga bahan baku meningkat, inilah yang menjadi pengaruh utama di Taiwan. Akan tetapi volum perdagangan Taiwan-Rusia tidak tinggi, hanya ada sedikit produk impor Rusia. John Deng mengatakan, posisi pemerintah Taiwan sangat jelas, menentang segala tindakan invasi negara lain, meminta agar Rusia segera menghentikan tindakan invasi agar kehidupan masyarakat segera pulih kembali.

Komentar

Terbarumore