History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Warga Ukraina di Taipei Protes Invasi Rusia, Desak Taiwan Buka Perbatasan bagi Pengungsi

  • 07 March, 2022
  • 陳志勇
Warga Ukraina di Taipei Protes Invasi Rusia, Desak Taiwan Buka Perbatasan bagi Pengungsi
Warga Ukraina di Taipei Protes Invasi Rusia, Desak Taiwan Buka Perbatasan bagi Pengungsi

(Taiwan, ROC) - Warga Ukraina di Taipei turun ke jalan pada hari Minggu untuk menyoroti masalah yang dihadapi negara mereka yang dilanda perang, dan mendesak pemerintah Taiwan untuk membuka perbatasan bagi para pengungsi Ukraina yang memiliki keluarga di Taiwan.

Didampingi oleh warga Taiwan dan negara lain, warga Ukraina memegang plakat, poster dan bendera yang menyatakan kedaulatan negara mereka, dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Taiwan atas sumbangan yang murah hati untuk menyediakan tempat tinggal, bantuan kemanusiaan dan pasokan medis bagi warga yang terlantar akibat perang di Ukraina.

"Setiap dolar yang Anda kirim akan membantu rakyat kami dan membantu memerangi serangan teroris dari Rusia," kata seorang warga Ukraina, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Vadym, dalam aksi protes di Lapangan Kebebasan di Gedung Memorial Chiang Kai-shek, Taipei.

Vadym mengatakan Ukraina tidak akan pernah menyerah dan pasti akan menang, tapi “dukungan Anda dapat membantu kami menghindari lebih banyak korban selama serangan Rusia."

Para pendemo dari Ukraina juga mengajukan keinginan melihat Taiwan membuka perbatasannya untuk warga Ukraina yang melarikan diri dari perang, terutama mereka yang memiliki kerabat di Taiwan.

Seorang pria dari Ukraina selatan, yang telah tinggal di Taiwan selama sembilan tahun dan mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Anatolii, mengatakan dia sangat khawatir tentang keselamatan keluarganya di rumah.

"Pemerintah Taiwan setidaknya dapat menawarkan perlakuan bebas visa kepada anak-anak Ukraina di bawah umur yang memiliki anggota keluarga di Taiwan, sehingga mereka dapat datang dan tinggal hingga negara asal menjadi lebih aman," tutur Anatolii dalam bahasa Mandarin yang fasih.

Dia juga mendesak konsumen Taiwan untuk memboikot produk Rusia, dan meminta perusahaan lokal untuk tidak berbisnis dengan perusahaan Rusia. "Setiap sen yang diperoleh Rusia akan digunakan untuk membeli peluru, menargetkan Ukraina," Anatolii memperingatkan.

Sejak invasi Rusia di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Taiwan telah menugaskan sebuah yayasan untuk meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk membantu Ukraina, yang hingga hari Sabtu, hanya tiga hari saja, telah mengumpulkan donasi sebesar NT$214 juta (US$8,56 juta).

Dana tersebut akan digunakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) untuk memberikan bantuan medis, tempat tinggal, dan pasokan bantuan kepada warga Ukraina yang terlantar akibat perang.

Komentar

Terbarumore