History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dana Anggaran Militer Daratan Tiongkok Bertambah 7,1% Lebih Tinggi dari Target Angka Pertumbuhan Ekonomi 2022

  • 05 March, 2022
  • 譚雲福
Dana Anggaran Militer Daratan Tiongkok Bertambah 7,1% Lebih Tinggi dari Target Angka Pertumbuhan Ekonomi 2022
Dana Anggaran Militer Daratan Tiongkok Bertambah 7,1% Lebih Tinggi dari Target Angka Pertumbuhan Ekonomi 2022

        (Taiwan, ROC) – Merujuk kepada pemberitaan dari media Reuters, berkenaan dengan tugas perlindungan kedaulatan sebuah negara, keamanan dan pembangunan nasional yang ada yang diajukan oleh Perdana Menteri Daratan Tiongkok Li Ke-qiang, dana anggaran belanja bidang kemiliteran Daratan Tiongkok untuk tahun 2022 bertambah 7,1%, selain jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dana anggaran tahun sebelumnya, bahkan juga melebihi jumlah persentase tingkat pertumbuhan ekonomi negara yang ditargetkan pada tahun ini. Sehingga total dana anggaran belanja bidang kemiliteran Daratan Tiongkok kini berada di posisi ke dua dunia setelah Amerika Serikat.

        Li Ke-qiang berjanji akan memperkuat latihan militer dan juga pengadaan alutsista bagi Tentara Pembebasan Rakyat milik Daratan Tiongkok, dimana pihaknya tengah mengembangkan pesawat tempur siluman atau stealth aircraft hingga sistem kapal perang induk.

        Berdasarkan laporan yang diluncurkan oleh Daratan Tiongkok pada hari Sabtu tanggal 5 Maret, dana anggaran belanja bidang kemiliteran mencapai 1,45 trilyun Renminbi, atau sekitar US$ 229,47 miliar. Angka yang sangat signifikan tersebut juga segera memicu perhatian semua negara tetangga dan juga Amerika.

        Adapun persentase kenaikan dana sebesar 7,1% tersebut, menduduki peringkat ke tujuh tertinggi di Daratan Tiongkok sendiri, namun jika dibandingkan dengan kenaikan 7,5% yang diajukan pada tahun 2019, kali ini merupakan penambahan persentase terbanyak dari yang pernah ada.

        Selain itu, jumlah persentase penambahan dana anggaran belanja bidang kemiliteran ini, telah melampaui target angka pertumbuhan ekonomi tahun 2022 yang diprediksi mencapai 5,5%. Daratan Tiongkok yang merupakan pasar ekonomi terbesar nomor dua di dunia, juga harus menghadapi masalah krisis ekonomi di waktu yang bersamaan, di antaranya kondisi property dalam negeri yang mengalami kelesuan dan juga daya beli masyarakat yang terus menurun.

        Menghadapi berbagai masalah ketegangan yang terjadi, pihak Daratan Tiongkok juga mengalami kecemasan yang cukup besar, salah satunya adalah dalam menghadapi masalah Taiwan, latihan militer yang digelar oleh pihak Amerika di kawasan perairan Laut Selatan, dimana pihak Daratan Tiongkok mengklaim menduduki beberapa pulau yang ada di perairan sekitar, termasuk juga memburuknya kondisi di kawasan perbatasan dengan India.

        Dalam rapat ke lima Kongres Rakyat Nasional Periode ke-13, Perdana Menteri Li Ke-qiang memaparkan jika pemerintah Daratan Tiongkok akan berupaya semaksimalnya mempercepat pembaruan sistem pengendalian data dan juga pengusungan satuan militer, membangun dan memodernisasi sistem senjata yang dimiliki. Li Ke-qiang juga menegaskan jika pihak Daratan Tiongkok akan terus melakukan reformasi militer dan memperkuat inovasi teknologi kebutuhan satuan militer yang ada.

       Namun laporan dana anggaran yang disebutkan hanya berupa angka total semata, tanpa memberikan perincian lebih lanjut, sehingga banyak pihak yang berpendapat jika pihak Daratan Tiongkok telah memperkecil jumlah angka yang ada dalam laporan dibandingkan dana yang sebenarnya.

        Dengan mengacu kepada dana anggaran yang dirilis oleh pihak Daratan Tiongkok, dimana tidak mencapai 1/3 dana anggaran kemiliteran yang dimiliki oleh pihak Amerika, maka Presiden Amerika Joe Biden juga disebutkan akan mengajukan kenaikan dana anggaran belanja bidang kemiliteran tahun depan mencapai lebih dari US$ 770 miliar.

Komentar

Terbarumore