(Taiwan, ROC) Michele Sison pada tanggal 28 Februari mengumumkan pertemuan bersama dengan Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok untuk Amerika, Hsiao Bii-khim baru-baru ini, dalam postingannya ia memberikan komentar, kontribusi Taiwan mampu memberikan banyak manfaat bagi komunitas internasional, semestinya negara anggota PBB mendukung keikutsertaan Taiwan dalam sistem PBB.
Tahun lalu bulan Desember, Michele Sison diangkat sebagai Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Organisasi di Kementerian Luar Negeri. Sebelumnya ia menjabat sebagai Deputi Perwakilan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), bertanggung jawab dalam membangun koalisi global melawan ancaman transnasional terhadap perdamaian dan keamanan juga pernah ditugaskan sebagai duta besar untuk Haiti, Sri Lanka, Maladewa, Lebanon, dan Uni Emirat Arab, ia memiliki banyak pengalaman dalam dunia diplomatik.
Dalam twitternya Michele Sison memposting foto bersama Hsiao Bii-khim, serta mengutarakan dukungan untuk partisipasi Taiwan, menurut sumber yang ada mereka berdua bertemu pada tanggal 25 Februari di dalam gedung Kemenlu; ini merupakan pertemuan pertama kalinya dengan Hsiao Bii-khim setelah Michele Sison menjabat sebagai Asisten Sekretaris Negara Kemenlu.
Michele Sison mengatakan, ia dan Hsiao Bii-khim melakukan dialog yang luar biasa, kontribusi Taiwan memberi banyak manfaat terhadap dunia internasional, pihak AS mendukung anggota PBB untuk mendukung partisipasi Taiwan yang berarti dalam sistem PBB, dalam tulisannya diakhiri dengan #TaiwanCanHelp.
Hsiao Bii-khim merespons, ia sangat berterima kasih atas pembahasan kerjasama Taiwan-AS dengan Michele Sison, memperluas partisipasi Taiwan yang berarti dalam organisasi internasional.
Resolusi PBB 2758 diloloskan pada bulan Oktober tahun kemarin telah genap 50 tahun, Menlu AS Antony Blinken pada hari tersebut menyampaikan dukungan pihaknya untuk partisipasi Taiwan dalam sistem PBB. Ia mengatakan, partisipasi Taiwan yang berarti dalam sistem PBB bukan isu politik, melainkan isu pragmatis, apabila mengabaikan Taiwan maka akan merugikan tugas penting dalam PBB dan instansi lainnya yang relevan.