History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perdana Temu Pendengar 5 Radio Internasional 2 Radio Lokal Digelar Secara Virtual dan Fisik di Bandung

  • 27 February, 2022
  • 譚雲福
Perdana Temu Pendengar 5 Radio Internasional 2 Radio Lokal Digelar Secara Virtual dan Fisik di Bandung
Perdana Temu Pendengar 5 Radio Internasional 2 Radio Lokal Digelar Secara Virtual dan Fisik di Bandung

(Taiwan, ROC) – Terhitung sejak Desember 2019, pandemi COVID-19 hingga kini telah memasuki hitungan menuju tahun ke-3. Serangan virus korona yang cepat dan ganas, memberikan dampak pengaruh yang dahsyat terhadap semua aspek kehidupan manusia. Setiap negara menutup pintu perbatasan agar dapat melakukan pencegahan penularan, demikian juga dengan serangkaian prokes ketat yang diberlakukan di negara masing-masing. Imbasnya adalah banyak aktivitas perkumpulan dan program kegiatan pertemuan menjadi tertunda, bahkan tidak sedikit yang dibatalkan karena tidak ada yang mampu memprediksi kapan pandemi dapat terkontrol oleh manusia.

Selama masa pandemi berlangsung, manusia terus diuji sembari diiringi dengan perkembangan teknologi dan kerja sama semua pihak di dunia, barulah kini dapat melangkah memasuki era new normal. Salah satu contoh nyata adalah kisah perjalanan kegiatan pertemuan para pendengar radio short wave di Indonesia atau yang diberi nama Temu Keluarga Pendengar Radio (TKPR), yang merupakan inisiatif pecinta radio short wave internasional di Indonesia, dimana pertama kalinya digelar di Jakarta pada 22-23 April 2005.

Berbagai radio internasional dan lokal di Indonesia mulai turut hadir meramaikan kegiatan TKPR di Indonesia, yang digelar setiap selang 2-3 tahun, di antaranya Radio Nederland, Deutsche Welle, RASI, RSI siaran Indonesia, Voice of Vietnam, Radio Republik Indonesia, Voice of America dan Radio Taiwan International dalam TKPR ke-5 di Malang tanggal 18-20 November 2018, yang menjadi kegiatan TKPR terbesar karena sekaligus dikolaborasi dengan kegiatan Temu Pendengar RTI Siaran Indonesia.

TKPR ke-5 di Malang turut dihadiri berbagai tamu undangan VIP, antara Mr. Agus Sunarto dan Mrs. Marintan Tobing dari Voice Of America, Staff Ahli Menteri Telekomunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Drs. Henri Subaktio, SH. MA yang mewakili Direktur Jendral Telekomunikasi dan Informatika RI, Madame Lu Ping (Presiden RTI 2018), Mr. Carlson Wong (Vice Manager RTI), Farini Anwar (Koordinator RTI Siaran Indonesia) dan Tony Thamsir (Penyiar RTISI). Selain itu masih ada Tamu VIP dari Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Mrs. Mistam, S.Sos, M.Si. Tamu VIP Kepala stasiun RRI Malang, Dra. Teguh Yulia Astuti. MM, dan Kepala stasiun RRI Surabaya, Dra. Redno Desi Swasri, M.Si, beserta dengan tamu undangan lainnya dari RRI Surabaya dan Malang.

TKPR ke-6 awalnya direncanakan di bulan April 2020, namun kondisi kala itu sangat tidak memungkinkan karena serangan virus telah menyebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Bandung yang menjadi lokasi pertemuan saat itu.

Selang 4 tahun penundaan, TKPR ke-6 akhirnya dipastikan digelar pada 26-27 Februari 2022 di Bandung, Indonesia. Acara TKPR kali ini diadakan dua metode yaitu pertemuan langsung dan virtual. Hal ini dikarenakan pandemi Covid 19 yang mengharuskan peserta tidak boleh berkumpul dalam jumlah besar. Diputuskan hanya 30 orang saja peserta yang boleh hadir. Bersama tamu undangan menjadi 38 orang menghadiri acara TKPR 6 Bandung.

Kerja keras panitia dan semangat antusias para pendengar, mampu memadukan 5 radio internasional dan 2 radio lokal dalam kegiatan yang berlangsung secara online dan fisik bersamaan. Tamu spesial datang dari Voice Of Vietnam, Huong Tra / Melisa, dan Tu Thuy. RRI Bandung, Sasmita. Radio NBS, Nata Sofia Rubianto dan Radio Metrum, Nada Ahmad. Hadir juga melalui zoom dari Voice Of America, Fika Rosemary dan Agus Sunarto dan Radio Taiwan Internasional, Farini Anwar, Aditya dan Tony Thamsir. Selain itu, masih ada Indonesian Service, China Radio International bersama Li Shukun, NHK World Radio bersama Sigit Purnomo, RRI Bandung dan stasiun lokal FM Bandung.

Dalam kata sambutannya, Kepala VOV Jakarta mengatakan pentingnya menjaga hubungan antara stasiun radio, penyiar dan pendengar. Siaran Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1966 memiliki banyak pendengar setia Indonesia memberikan kontribusi bagi kemajuan VOV. Apalah artinya stasiun radio jika pendengar tidak ada yang memberi respon.

Nata Sofia Rubianto, owner NBS Radio mengatakan terkesan sekali dengan acara TKPR ini dan tak menyangka bisa seheboh ini padahal yang hadir hanya 30 orang. Kebersamaan pendengar sangat terasa. Begitu pula disampaikan Nada Ahmad, pimpinan Metrum Radio menceritakan kesenangannya saat bergabung di stasiun radio sejak 2018 menjumpai pendengar fanatik dan menjalin persahabatan dengan pendengar radio luar negeri sangat mengesankan.

Mewakili Kepala Stasiun RRI Bandung, Sasmita mengatakan bahwa radio kini tidak lagi monoton menyiarkan namun harus menciptakan inovasi untuk tetap eksis betapa radio hanya menjadi corong alternatif. RRI kini memiliki komunitas fanatik hingga santri RRI yang bersinergi bersama RRI.

Ketika ditanyakan ke beberapa peserta, diketahui jika mereka memiliki harapan untuk TKPR, dimana hal ini tetap berjalan menjadi sebuah momentum kebersamaan yang selalu dikenang sepanjang masa. Memberi dukungan kepada stasiun radio yang mencintai pendengarnya.

Berkenaan dengan program rencana penyelenggaraan TKPdi luar pulau Jawa, yakni di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.

(Sumber dan Foto: Panitia TKPR-6)

Komentar

Terbarumore