History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Banyak Petinggi Negara di Dunia Berlakukan Sanksi Atas Serangan Rusia ke Ukraina

  • 26 February, 2022
  • 譚雲福
Banyak Petinggi Negara di Dunia Berlakukan Sanksi Atas Serangan Rusia ke Ukraina
Banyak Petinggi Negara di Dunia Berlakukan Sanksi Atas Serangan Rusia ke Ukraina

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan masuknya Rusia ke Ukraina, banyak petinggi negara di dunia yang segera memberikan tekanan kepada Kremlin Moskwa di Rusia, termasuk memberlakukan sanksi gelombang pertama.

        Sebegitu satuan tentara Rusia menjajakkan kakinya di Ibukota Kyiv, banyak warga Ukraina yang segera menyerukan bala bantuan dari negara sahabat. Hingga berita ini diluncurkan, diketahui ada beberapa negara yang telah memberikan sanksi hukuman kepada Rusia.

        Saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan aksi militer di Ukraina, selang beberapa jam kemudian, Presiden Amerika Joe Biden menjadi pelopor pertama pemberian sanksi hukuman terhadap Rusia.

        Adapun sanksi yang diberlakukan adalah terhadap 2 instansi perbankan terbesar Rusia, yakni VTB Bank dan Sberbank. Selain itu juga memutuskan lebih dari setengah jumlah total produk impor teknologi produksi Rusia ke Amerika, sekaligus memberlakukan pemantauan terhadap kelompok intelektual Rusia.

Selain itu, Joe Biden juga memberlakukan pengontrolan terhadap ekspor produk jenis pertahanan keamanan nasional dan penerbangan dari Amerika ke Rusia. Untuk pihak perorangan, komunitas dan organisasi, total 24, yang disebutkan memberikan dukungan kepada Kremlin Moskwa  di Rusia, juga harus menghadapi hukuman sanksi.

        Presiden Pelaksana Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyebutkan jika Uni Eropa menyetujui pemberian hukuman sanksi, termasuk terhadap para pakar ahli bidang ekonomi dan politik Rusia yang mana akan mendapatkan pukulan paling telak di saat ini.

        Uni Eropa akan memberlakukan sanksi terhadap 70% instansi perbankan milik Rusia, demikian juga terhadap perusahaan bidang pertahanan keamanan nasional.

        Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, yang menggunakan penyebutan “Blood stained aggressor” terhadap Putin, juga memberlakukan berbagai sanksi hukuman terhadap Rusia.

        Perdana Menteri Boris Johnson menyebutkan jika sanksi hukuman tersebut, juga memiliki makna jika pihak Inggris telah mencapai standar untuk menghapus seluruh perbankan Rusia dari pasar valas di Inggris.

        Pihak pemerintah Inggris juga akan mempercepat langkah pengusungan Economic Crime Bill, yang difungsikan untuk memperjelas secara resmi di depan khalayak umum berkenaan dengan sanksi yang diterapkan.

        Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau bersumpah akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, mengumumkan 58 nama perorangan dan organisasi masuk dalam daftar hukuman, meliputi kelompok intelektual, pejabat bidang keamanan, perbankan dan juga perusahaan Wagner, yang dituding bagaikan “Anak Perusahaan Militer Pudin”.

        Untuk kawasan Asia Pasifik, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengutuk sikap Putin yang secara sengaja hendak menggunakan kekuatan militer untuk mengubah situasi sebenarnya saat ini. Ia juga mengumumkan pihak Jepang akan sekaligus mengambil langkah terhadap ekspor produk jenis semi konduktor dan perbankan.

        Pihak Taiwan juga mengumumkan akan ikut serta memberikan sanksi bidang ekonomi terhadap Rusia, melakukan diskusi pembahasan rahasia negara yang lebih banyak dan tertutup dengan pihak Amerika.

Komentar

Terbarumore