History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Taiwan akan Terus Bekerja dengan Sekutu Demokrasi Internasional untuk Mendukung Lituania

  • 14 February, 2022
  • 陳志勇
MOFA: Taiwan akan Terus Bekerja dengan Sekutu Demokrasi Internasional untuk Mendukung Lituania
Juru Bicara Kemenlu, Joanne Ou

(Taiwan, ROC) - Taiwan akan terus bekerja dengan sekutu demokrasi internasional untuk mendukung Lituania dan tidak akan menoleransi segala aksi penindasan otoriter di dunia, demikian ditegaskan Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari Senin dalam merespons dukungan tegas pada Lituania yang disampaikan oleh Uni Eropa sehari sebelumnya.

Juru bicara MOFA Joanne Ou mengatakan, “Taiwan akan melanjutkan kerja sama dengan sekutu demokrasi internasional untuk dengan tegas mendukung Lituania. Meskipun kondisi sangat menyulitkan, kita tidak akan takut pada penindasan otoriter. Taiwan akan terus menampilkan ketabahan dan keuletan yang seharusnya dimiliki negara demokratis.”

Prancis dengan kapasitasnya sebagai Presiden Dewan Uni Eropa tanggal 13 mendeklarasikan bahwa Uni Eropa akan mendukung Lituania dalam perang perdagangan yang mungkin timbul dengan Tiongkok. Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Daya Saing Ekonomi Prancis Franck Riester mengatakan, Lituania adalah korban aksi penindasan otoriter dari Beijing, dan Uni Eropa akan secepatnya mendiskusikan stategi retaliasi.

Lituania sendiri telah kembali menekankan pendiriannya untuk tidak tunduk pada tekanan dari Tiongkok. Saat berkunjung di Australia beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri Lituania Gabrielius Landsbergis mengatakan, Lituania tidak akan mengubah nama kantor perwakilan di Taiwan dan mengimbau demokrasi di seluruh dunia untuk bekerja sama melindungi regulasi dalam sistem perdagangan global.

Lituania mengizinkan pembukaan kantor perwakilan Taiwan di ibukotanya, Vilnius, dengan nama resmi “Taiwan” pada Juli tahun lalu. Sejak itu, Tiongkok selain mensabotase semua hubungan dengan Lituania, juga memberi tekanan melalui berbagai cara.

27 Januari, Uni Eropa resmi mendakwa Tiongkok melanggar sejumlah regulasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), termasuk melaksanakan “aksi perdagangan diskriminatif” yang telah memengaruhi rantai pasokan seluruh Eropa,

Komentar

Terbarumore