(Taiwan, ROC) Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Somaliland, Essa Kayd Mohamoud memimpin rombongannya berkunjung ke Taiwan, Menlu Joseph Wu kemarin malam (9/2) menjamu rombongan Somaliland, Menlu Joseph Wu mengatakan, di dunia ini negara yang saling memahami situasi internasional adalah Taiwan dan Somaliland, maka Taiwan akan melanjutkan dukungan terhadap proyek pembangunan demokratis Somaliland serta memberi bantuan mempromosikan program kerja sama kedua belah pihak dalam bidang energi, informasi, industri pertanian dan medis kedokteran , saat bersamaan mendukung kedua negara untuk memperdalam pertukaran ekonomi perdagangan dan peningkatan kemampuan SDM.
Wakil Direktur urusan Asia Afrika Kemenlu Wu Cheng-wei (吳正偉) pada hari Kamis ini (10/2) mengatakan, situasi kerjasama ekonomi perdagangan antara Taiwan-Somaliland yang utama adalah mencakup kerjasama pameran bisnis, mempromosikan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama bisnis swasta, aktif menggelar seminar bisnis dan perencanaan investasi CPC Corporation.
Wu Cheng-wei mengatakan, “Saat ini Menlu dan rombongan berkunjung ke Taiwan, akan dijadwalkan untuk bertemu dengan Menko Wang Mei-hua, Ketua Dewan Pertanian Chen Chi-chung, Dirjen Keamanan Laut Dewan urusan Kelautan, Chou Mei-wu(周美伍), Wakil Sekjen ICDF(International Cooperation and Development Fund) Shi Li-jun(史立軍), Ketua Taitra James Huang(黃志芳)serta mengunjungi CPC Corporation, CECI Engineering Consultant serta pihak lainnya yang berpotensial untuk bekerja sama dan melakukan pertukaran dengan Somaliland.”
Selain itu, mengenai kritikan dari RRT terhadap kunjungan Somaliland ke Taiwan, Kemenlu merespons, pihak RRT tidak semestinya menggunakan konsep fiksi “Prinsip Satu Tiongkok” untuk menekan negara lain, organisasi internasional, perusahaan internasional untuk melanggar fakta atau maksud kesediaan dengan memberikan keterangan yang tidak benar, pemerintah RRT saat ini terus copas tindakan fiktif , mengintervensi diplomasi negara lain yang bersifat merugikan orang lain.