History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Bersama Sekutu Demokratis Internasional Mendukung Lituania Melawan Ancaman Hegemoni

  • 28 January, 2022
  • 陳柏萇
MOFA: Bersama Sekutu Demokratis Internasional Mendukung Lituania Melawan Ancaman Hegemoni
MOFA: Bersama Sekutu Demokratis Internasional Mendukung Lituania Melawan Ancaman Hegemoni

(Taiwan, ROC) – Presiden Lituania, Gitanas Nauseda beberapa hari yang lalu menerima wawancara dari Radio dan Televisi Nasional Lituania (LRT), secara terbuka mengimbau dan berharap kabinet dapat mengubah nama Kantor Perwakilan ROC di Lituania, guna menyelesaikan perselisihan antara Lituania dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dalam menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (28/1) mengemukakan, telah memperhatikan pemberitaan dari media yang bersangkutan, menghormati penyampaian berbagai pendapat di Lituania, serta menegaskan kembali jika nama Kantor Perwakilan ROC di Lituania adalah kesepakatan dari kedua pemerintahan. Taiwan tidak pernah menerima permintaan dari pemerintah Lituania untuk mengubah nama kantor perwakilan kami di Lituania. 

Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, ”Taiwan dan Lituania adalah mitra penting yang berbagi nilai-nilai kebebasan dan demokrasi. Pemerintah Taiwan ke depannya akan menjunjung tinggi prinsip saling menguntungkan, terus mempromosikan berbagai kebijakan kerja sama yang membantu memperkuat kualitas kedua belah pihak, terus mempromosikan kebijakan yang membantu memperkuat kerjasama bilateral, dan juga terus bekerja sama dengan sekutu demokratis internasional untuk mendukung Lituania serta terus menunjukkan semangat dan ketahanan negara demokratis.”

MOFA menyampaikan, Komisi Eropa pada tanggal 27 Januari telah mengajukan protes atas praktik perdagangan diskriminatif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap Lituania kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Perdana Menteri Lituania, Ingrida Šimonytė saat menerima wawancara dari LTR pada hari yang sama, juga mengkritik keras akan paksaan ekonomi jahat Negeri Tirai Bambu, serta meyakini jika Uni Eropa akan mengambil tindakan untuk membalasnya.

Komentar

Terbarumore