(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri Inggris Alexander Boris de Pfeffel Johnson ketika ditanyakan dalam sidang parlemen kembali mengemukakan, pesawat militer RRT yang mengitari kawasan Taiwan tidak membantu perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan, dan dengan tegas mengungkapkan perlunya membangun dialog dalam upaya mewujudkan perdamaian antar selat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Kamis (27/1) menyampaikan, ini merupakan yang ketiga kalinya Inggris menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan selama menjabat sebagai ketua G7 pada tahun 2021. Inggris sekali lagi menyatakan perhatiannya tentang pesawat militer RRT yang mengintervensi Taiwan, serta banyak pejabat Inggris yang secara terbuka menegaskan posisi mereka terhadap hal ini.
Joanne Ou mengungkapkan, hubungan persahabatan Taiwan dan Inggris cukup akrab, Inggris memberikan dukungan keinginan Taiwan bergabung dalam organisasi internasional, prihatin dengan keamanan Selat Taiwan serta mengimbau agar kedua belah pihak antar selat Taiwan mencari jalan untuk menyelesaikan persengketaan yang ada.
Joanne Ou mengatakan, “Sebagai anggota yang bertanggung jawab di kawasan Indo-Pasifik, Taiwan akan terus menjunjung tinggi prinsip-prinsip transparansi demokrasi dan nilai-nilai universal, serta bergandengan tangan dengan negara-negara anggota G7 termasuk Inggris dan Uni Eropa dan negara-negara lain yang memiliki kesepahaman serupa untuk memperkuat Aliansi Demokrasi Global, bekerja dengan semua negara demokratis untuk menjaga perdamaian, stabilitas, kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik. “
Selain itu, terkait dengan negara sahabat diplomatik dan negara-negara yang memiliki kesepahaman serupa yang menjadi anggota Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) yang memberikan suara dukungan bagi Taiwan dalam WHO, Joanne Ou menyampaikan, saat ini ada Paraguay, Guatemala, Honduras, Haiti, Kepulauan Maldiv, Eswatini dan lainnya yang memberikan suara dukungan bagi Taiwan, sedangkan perwakilan Uni Eropa, dan Prancis juga meminta WHO untuk tidak mengabaikan wilayah mana pun yang ada di dunia ini.
Joanne Ou mengemukakan, akan tetap terus bernegosiasi dengan negara sahabat diplomatic dan negara yang memiliki kesepahaman serupa untuk tetap terus dengan berbagai cara mendesak WHO agar dapat sepenuhnya menerima Taiwan berpartisipasi dalam pertemuan, mekanisme dan kegiatan yang terkait termasuk pencegahan pandemi, serta bekerja sama dalam upaya secepatnya mengakhiri pandemi.