History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Nikaragua Merebut Properti Taiwan, Kemenlu akan Mengajukan Gugatan Internasional

  • 31 December, 2021
  • 陳柏萇
Nikaragua Merebut Properti Taiwan, Kemenlu akan Mengajukan Gugatan Internasional
Nikaragua Merebut Properti Taiwan, Kemenlu akan Mengajukan Gugatan Internasional

(Taiwan, ROC) – Menanggapi tindakan penyitaan Nikaragua atas semua aset lokal Taiwan dan mengalihkannya kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) setelah pemutusan hubungan diplomatik dengan Taiwan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada tanggal 30 Desember mengemukakan, pihaknya akan mengikuti litigasi internasional yang sah, menjaga properti diplomatik Taiwan, dan membuat Nikaragua bertanggung jawab atas tindakannya yang salah secara internasional.

Setelah Nikaragua secara sepihak mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 10 Desember yang lalu, pihaknya memerintahkan staf perwakilan Taiwan untuk segera meninggalkan Nikaragua dalam batas waktu yang telah ditentukan, dan dalam waktu dekat mengalihkan aset lokal Taiwan kepada Negeri Tirai Bambu. MOFA pun menyatakan tidak dapat menerima, memprotes keras, dan mengutuk keras tindakan tersebut.

MOFA pada hari ini mengeluarkan pernyataaan yang menyatakan, bangunan dan aset peninggalan Perwakilan ROC di Nikaragua adalah properti diplomatik yang dibeli secara sah oleh Pemerintah Taiwan sejak tahun 1990. Menurut Pasal 45 (Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik) yang berbunyi, “Ketika dua negara memutuskan hubungan diplomatik, negara yang menerima harus menghormati serta melindungi gedung, aset, dan arsip kedutaan” dan Hukum Kebiasaan Internasional, setelah Taiwan dan Nikaragua mengakhiri hubungan diplomatik, maka Nikaragua seharusnya melindungi aset dan properti sesuai dengan kewajiban hukum internasional.

Dalam pernyataan tersebut menyebutkan, Taiwan telah bernegosiasi serta memperoleh hak untuk mengelola aset dan properti Taiwan di Nikaragua sesuai dengan hukum internasional. Namun, Nikaragua melanggar konvensi internasional dan menolak secara tidak masuk akal, mengakibatkan Taiwan yang berada dalam tekanan keterbatasan waktu, hanya dapat memutuskan untuk mengalihkannya kepada Keuskupan Agung Managua.

Oleh karena itu, MOFA mengutuk keras penggunaan ilegal kekuasaan negara oleh kediktatoran Nikaragua yang menganggu pengalihan properti diplomatik Taiwan secara legal, dan secara tegas meminta pemerintah Nikaragua untuk memperbaikinya. MOFA juga menyatakan, pihaknya akan mengikuti litigasi internasional yang sah, menjaga properti diplomatik Taiwan, dan memastikan Nikaragua bertanggung jawab atas tindakan mereka yang salah secara internasional.

MOFA menambahkan, mengenai Kementerian Luar Negeri RRT yang mengklaim jika penyitaan aset Taiwan oleh Nikaragua adalah “Tindakan yang adil”, dan menyebutkan jika kepemilikan properti adalah tindakan perampokan yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional, dan niat agresif mereka yang eksplisit untuk mencaplok Taiwan telah secara serius melanggar norma-norma internasional, merusak perdamaian serta stabilitas regional,dan harus disingkirkan oleh komunitas internasional yang beradab.

Komentar

Terbarumore