(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 29 Desember 2021, Taiwan Foundation for Democracy (TFD) merilis jajak pendapat tahunan mereka, yang mempertanyakan “Jika Taiwan mendeklarasikan independen mereka dan membuat RRT (Republik Rakyat Tiongkok) menyerang Taiwan, apakah Anda akan berjuang untuk membela Taiwan?”. Hasilnya adalah 62,7% koresponden menyatakan kesediaan mereka, sedangkan 26,7% menjawab tidak bersedia.
“Jika RRT menggunakan militer mereka untuk mereunifikasi Taiwan, apakah Anda bersedia untuk berjuang membela Taiwan?”. 72,5% koresponden menjawab bersedia, sedangkan 18,6% menyatakan tidak bersedia.
Ketua Divisi Sosial dari Academia Sinica – Chen Chih-jou (陳志柔) menyampaikan, pengertian “Taiwan Independen” tidak melulu berkiblat pada keputusan dari otoritas RRT. Taiwan sudah sepatutnya meninjau kemampuan pribadi dalam membela pertahanannya sendiri.
Chen Chih-jou mengatakan, “Dengan kata lain, apakah rakyat Taiwan menyadari keparahan yang diakibatkan oleh peperangan, serta pentingnya melakukan persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Ini adalah sesuatu yang harus dihadapi Taiwan pada masa mendatang. Seluruh masyarakat mempertahankan kedaulatan negara dan mempersiapkan kemampuan tentara nasional. Jika Taiwan memiliki rasa pertahanan seperti demikian, maka RRT tidak akan mudah melancarkan tindakan kekerasan mereka untuk menyerang Taiwan.”
Menjawab kepuasan implementasi prinsip demokrasi politik Taiwan saat ini, 54% koresponden menjawab puas, sedangkan 40% nya tidak puas. 50% koresponden mengaku optimis tentang perkembangan politik demokrasi di Taiwan pada masa mendatang, sedangkan 36% lainnya mengaku pesimis.
Selain itu, 62% koresponden percaya bahwa penyebaran informasi palsu akan sangat membahayakan perkembangan politik demokrasi di Taiwan.
“Karena merupakan bagian dari hak kebebasan berpendapat, maka pemerintah tidak sepatutnya mengontrol pemberitaan berita palsu”. Ada hampir 80% koresponden tidak sependapat dengan pernyataan tersebut.
“Jika Taiwan mengumumkan independennya dan mendatangkan serangan militer dari RRT”, maka 71,5% koresponden menjawab bersedia untuk berjuang membela Taiwan.
“Jika RRT melancarkan serangannya untuk mereunifikasi Taiwan”, maka79,8% koresponden menyatakan kesediaannya untuk melindungi Taiwan.
TFD menyampaikan, jajak pendapat kali ini mengambil sampel warga Taiwan yang telah genap berusia 20 tahun. Waktu wawancara dilakukan semenjak 10 Agustus hingga 15 Agustus 2021, melalui saluran telepon lokal sebanyak 874 dan telepon genggam sebanyak 425.
Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dengan sampling error berkisar +/- 2,72%.