History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pameran “Jalan-Jalan - Pekerja Migran Temani Kehidupan” di Museum Tenaga Kerja Kaohsiung

  • 27 December, 2021
  • 陳志勇
Pameran “Jalan-Jalan - Pekerja Migran Temani Kehidupan” di Museum Tenaga Kerja Kaohsiung
Museum Tenaga Kerja Kaohsiung Gelar Pameran “Jalan-Jalan - Pekerja Migran Temani Kehidupan”

(Taiwan, ROC) - Departemen Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Kaohsiung menggelar kegiatan pameran bertajuk “Jalan-Jalan - Pekerja Migran Temani Kehidupan” di Museum of Labor (KML) Kaohsiung, diresmikan oleh Kepala Departemen Ketenagakerjaan Kota Kaohsiung Jou Deng-chuen bersama anggota DPRD Kaohsiung Lin Yu-khai pada hari Minggu.

Pameran kali ini merupakan sebuah kolaborasi dari berbagai lembaga swadaya masyarajat (LSM) yang berbasis di selatan Taiwan, khususnya Kaohsiung dan Pingtung, yang peduli dengan kehidupan para pekerja migran asal Asia Tenggara. 1095 Culture Studio selaku panitia pelaksana, turut mengundang belasan organisasi yang turut serta dalam pameran kali ini meliputi Pusat Layanan Pelaut dan Nelayan Gereja Presbiterian Taiwan, Migrant Worker Concern Desk, Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI), Presbiterian Church Taiwan Labour Concern Center (PCTLCC), Taiwan International Migrants Mission (TIMM), Kaohsiung Friends of Indonesia Association (KFI), Taiwan International Family Association (TIFA), Forum Silaturahim Masyarakat Pintung (FORSIMASPIT), dan Kaohsiung City Vietnam Home Association.

Menurut data terbaru hingga akhir November dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), jumlah pekerja migran di Taiwan sudah hampir mencapai 700.000 orang, di antaranya tercatat ada lebih dari 270.000 pekerja migran asal Indonesia

Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, isu kehidupan para PMA telah menjadi perhatian penting dari pemerintah Taiwan. Digelarnya pameran sepanjang setahun hingga 31 Desember 2022 ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan agar warga Taiwan dapat lebih memahami kondisi kehidupan dan lingkungan para PMA sehingga menghadirkan sikap toleransi antar sesama manusia.

Kepala Departemen Ketenagakerjaan Kota Kaohsiung Jou Deng-chuen (周登春) mengatakan, “Melalui kegiatan pameran kali ini dan juga acara kegiatan festival kebudayaan asal Asia Tenggara setiap tahunnya, selain mampu memberikan ruang bagi para pekerja migran untuk beraktivitas, juga turut dapat memberikan kesempatan bagi warga Taiwan sendiri untuk lebih mengenal kebudayaan asal negara asing yang masuk sehingga mampu meningkatkan rasa toleransi dan menerima setiap perbedaan yang ada. Dengan demikian maka perlindungan akan hak asasi kehidupan para pekerja migran asing pun dapat tercapai sekaligus turut mendorong pergerakan perekonomian di Taiwan sendiri.”

Pameran “Jalan-Jalan - Pekerja Migran Temani Kehidupan”di Kaohsiung ini mendapat bantuan dana penyelenggaraan dari Kementerian Kebudayaan Taiwan, dengan lokasi pameran di Kaohsiung Museum of Labor di 3F, No. 261, Zhongzheng 4th. Road, Qianjin District, Kaohsiung City, 801, Taiwan, ROC.

Dari berbagai stand lokasi pameran yang ada, pengunjung dapat melihat kondisi kehidupan para PMA, misalnya para Anak Buah Kapal (ABK) yang harus mampu mengirit air bersih takkala tengah berlayar di laut samudra, mandi di dek kapal yang tanpa sekat penutup, atau kondisi pekerja informal yang boleh dikatakan harus “Stand-by” 24 jam di rumah guna mengasuh orang yang tengah dirawat.

Selain itu, masih ada beberapa area pameran yang membuat hati para PMA menjadi lebih aman dan damai, khususnya pameran kondisi kehidupan takkala para PMI dapat menjalankan ibadah sholat, membeli keperluan perlengkapan makanan dan kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Tony Thamsir (Radio Taiwan International)

Komentar

Terbarumore