(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan isu impor produk makanan Jepang, Menlu Joseph Wu pada hari Kamis ini (23/12) saat sidang interpelasi komite luar negeri memberikan laporan bahwa, perihal ini sama dengan daging babi ractopamine, keduanya perlu disesuaikan dengan bukti ilmiah dan standar internasional, apabila produk makanan tidak terkontaminasi, maka akan diizinkan impor produk makanan tersebut sesuai dengan standar perdagangan internasional.
Menlu Joseph Wu mengatakan, yang disebut dengan makanan nuklir adalah produk makanan yang terkontaminasi radiasi nuklir, untuk produk makanan ini di manapun tidak diizinkan untuk dikonsumsi, akan tetapi pemerintah pada masa lalu telah melakukan pemeriksaan terhadap produk makanan impor Jepang, “Produk yang kami periksa cukup banyak, pemeriksaan juga berlangsung dengan ketat, tidak ada satupun yang tidak memenuhi standar.” Menlu Joseph Wu mengatakan, “Di Jepang, melalui pemeriksaan baik dari pihak mereka, atau pihak kita sendiri melalui pemeriksaan professional, apabila beberapa produk makanan ini tidak ada terkontaminasi apapun, maka pihak kami akan berdasarkan dengan standar perdagangan internasional membuka impor produk makanan Jepang.”
Referendum anti ractopamine pada daging babi tidak diloloskan, Menlu Joseph Wu mengatakan, negara anggota CPTPP sedang melihat apakah Taiwan bersedia atau tidak untuk mematuhi standar internasional, “saat ini sedang menunjukkan kepada mereka”, maka selanjutnya untuk pembahasan yang akan dilakukan bersama mereka akan berjalan dengan lancar, ini hanya sekedar prosedur permohonan dari pihak Taiwan, hingga saat ini belum dikeluarkan jadwal waktu, untuk negosiasi juga tidak akan secepat itu.
Partai berkuasa kedua belah pihak Taiwan-Jepang pada tanggal 24 Desember akan menggelar pertemuan pembahasan sektor keamanan “2+2”, akan mendiskusikan apakah produk makanan dari kawasan bencana nuklir Fukushima akan dibuka ? Menko Wang Mei-hua pada hari Kamis ini (23/12) menegaskan, pertemuan ini termasuk pertukaran swasta, bukan isu yang dibahas oleh pemerintah. Sementara ini pihak Taiwan juga akan melakukan pembahasan lintas kementerian mengenai dibukanya impor produk makanan dari kawasan bencana nuklir Fukushima dari 5 perfektur. Wakil menteri kesehatan Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) malah menanggapi, berkaitan dengan isu ini belum membahas dengan pihak Jepang, apakah di masa mendatang akan dibuka masih perlu disesuaikan dengan peraturan perlindungan konsumen, terdapat label lokasi produksi secara jelas untuk menjamin keamanan makanan.