History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Delegasi Parlemen Prancis Mengakhiri Kunjungan Lima Hari di Taiwan

  • 20 December, 2021
  • 陳志勇
Delegasi Parlemen Prancis Mengakhiri Kunjungan Lima Hari di Taiwan
Delegasi parlemen Prancis yang dipimpin oleh François de Rugy (tengah), ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Prancis-Taiwan Majelis Nasional Prancis, meninggalkan Bandara Internasional Taoyuan Taiwan pada hari Minggu. (Foto:CNA/ kontributor pribadi)

(Taiwan, ROC) - Delegasi Parlemen Prancis di bawah pimpinan François de Rugy mengakhiri kunjungan lima hari dan meninggalkan Taiwan pada hari Minggu, 19 Desember malam. 

Rombongan yang beranggotakan enam orang ini berangkat dari Bandara Internasional Taoyuan dengan penerbangan EVA Air pada pukul 23.50, mengakhiri kunjungan dari Rabu hingga Minggu. Anggotanya selain François de Rugy yang menjabat sebagai ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Prancis-Taiwan di bawah Majelis Nasional Prancis, juga mencakup anggota parlemen Jean-Luc Reitzer, Frédérique Dumas, Jean François Mbaye, Aina Kuric dan Jean-Louis Bricout.

Selama kunjungan di Taiwan, de Rugy dan delegasi bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌), Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮), Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) dan pejabat senior pemerintah lainnya untuk membahas cara meningkatkan hubungan bilateral Taiwan-Prancis.

De Rugy sendiri dianugerahi Medali Penghargaan untuk Diplomasi Parlemen pada hari Jumat oleh Ketua Yuan Legislatif You Si-kun (游錫堃), untuk berterima kasih atas dukungan dan upaya jangka panjangnya selama bertahun-tahun dalam mempromosikan pertukaran lebih erat antara Prancis dan Taiwan.

Sementara pada acara temu pers hari Jumat, de Rugy menegaskan kembali sikap Paris dalam menentang setiap tindakan intimidasi yang membahayakan status quo di Selat Taiwan.

Taiwan berada dalam posisi yang sangat sulit, menghadapi ancaman dari Tiongkok pada saat Washington dan Beijing bersaing untuk mendapatkan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik, tegas de Rugy, menambahkan bahwa adalah hal penting bagi negara demokrasi untuk saling mendukung dan membantu mempertahankan stabilitas dan keamanan di Selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore