History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Anggota Legislator KMT Menyerukan Agar Warga Menyuarakan Keputusan Mereka dalam Perhelatan Referendum

  • 17 December, 2021
  • 尤繼富
Anggota Legislator KMT Menyerukan Agar Warga Menyuarakan Keputusan Mereka dalam Perhelatan Referendum
Anggota Legislator KMT Menyerukan Agar Warga Menyuarakan Keputusan Mereka dalam Perhelatan Referendum

(Taiwan, ROC) --- Taiwan akan menggelar referendum pada Sabtu esok hari (18/12). Anggota legislator dari Partai Kuomintang (KMT)menggelar konferensi pers pada Jumat hari ini (17/12), dengan menggunakan berbagai bahasa, meliputi bahasa Mandarin, Taiwanese, Hakka dan bahasa Suku Penduduk Asli. Mereka pun mendesak kepada seluruh warga untuk keluar dan menyuarakan suara mereka, terlepas apakah besok akan turun hujan atau tidak.

Anggota legislator - Cheng Cheng-chien (鄭正鈐) menyampaikan, jika jumlah pemilih tidak melebihi ambang batas, maka pelaksanaan referendum akan sia-sia. Cheng Cheng-chien menambahkan, tidak tercapainya ambang batas pada esok hari juga akan berdampak pada pelaksanaan referendum di masa mendatang.

Seluruh anggota legislator dari Partai KMT berkumpul di depan Kantor Yuan Legislatif pada Jumat pagi hari (17/12), guna memberikan keterangan pers. Koordinator Fei Hung-tai (費鴻泰) menyampaikan, cuaca esok hari diprediksi akan berubah menjadi lebih dingin. Ia pun menyerukan kepada seluruh warga untuk tetap keluar rumah dan menyuarakan suara mereka.

Anggota legislator - Cheng Cheng-chien menuturkan, selain referendum yang akan dihelat secara nasional, wilayah Hsinchu juga akan menggelar referendum khusus di kawasan mereka. Ia berharap agar seluruh masyarakat dapat memberikan suara “setuju” terhadap 4 isu yang diangkat dalam referendum besok.

Ia menekankan, jumlah suara setuju harus melebihi 4,95 juta suara, barulah dapat diloloskan. Yang mana ambang batas untuk suara “setuju” juga lebih tinggi dari “tidak setuju”. Jika tingkat partisipasi tidak mampu melebihi standar yang ada, maka pelaksanaan referendum pada masa mendatang akan lebih sulit.

Cheng Cheng-chien mengatakan, “Pastikan Anda keluar rumah dan suarakan keputusan Anda, terlepas dari bagaimana kondisi cuaca esok hari. Karena, jika referendum besok tidak berhasil melewati ambang batas, maka pelaksanaan referendum pada masa mendatang akan menjadi formalitas belaka, tanpa memiliki makna yang substansial. Karena untuk meloloskannya menjadi semakin tidak mudah.”

Anggota legislator dari Suku Penduduk Asli Amis - Sra Kacaw (鄭天財) dan anggota legislator dari Suku Hakka – Chang Yu-mei (張育美) menggunakan bahasa masing-masing, guna menyerukan agar masyarakat tetap menyuarakan suara mereka.

Pada tanggal 16 Desember 2021, Koordinator Fei Hung-tai menyampaikan, partai berkuasa DPP telah menggunakan sumber daya yang ada untuk mempropagandakan referendum. Ke depannya, tim partai akan segera mewacanakan revisi “UU Referendum”, dengan mengamendemen 4 poin utama, meliputi Yuan Eksekutif tidak boleh mewakili pihak mana pun, Yuan Eksekutif dilarang mempropagandakan topik referendum yang diusung oleh pihak NGO, ruang lingkup penangguhan akan diperluas hingga ke perintah administratif jika referendum lolos, serta pelanggaran atau kelalaian badan administratif yang tidak sesuai dengan hasil referendum akan dihukum sebagai kelalaian bertugas.

Komentar

Terbarumore