(Taiwan, ROC) – Negara sahabat Taiwan di Amerika Tengah, Nikaragua pada hari ini (10/12) mengumumkan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Republik Tiongkok (ROC), ini juga merupakan kali kedua dalam sejarah pihak Nikaragua memutuskan hubungan diplomatik dengan ROC. Kementerian Luar Negeri (MOFA) ROC pada hari ini mengungkapkan rasa sakit dan penyesalan yang mendalam akan keputusan dalam memutus hubungan diplomatik dengan ROC secara sepihak dari pihak Nikaragua. Guna melindungi kedaulatan dan martabat nasional, maka terhitung mulai hari ini, Taiwan memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik Nikaragua, serta menghentikan seluruh program kerja sama ataupun bantuan antar kedua negara, dan menarik mundur personel tim teknis dari kantor kedutaan setempat.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat menghadiri “Upacara Perayaan 25 Tahun Berdirinya Dewan Penduduk Asli Taiwan (CIP)” pada pagi hari tadi, turut menanggapi hal ini dalam pidatonya. Presiden Tsai mengemukakan, keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik melibatkan politik internasional yang rumit serta situasi lintas selat, namun Taiwan tidak akan mengubah posisi serta arahnya hanya karena tekanan diplomatik ataupun serangan budaya dan intimidasi militer. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) mengatakan, ”Saya ingin memberitahu saudara sebangsa, semakin suksesnya demokrasi Taiwan dan semakin kuatnya dukungan internasional, maka semakin besar pula tekanan dari kubu otoriter. Tetapi kita semua percaya, tidak peduli apakah itu tekanan diplomatik atau serangan budaya dan intimidasi militer, semua itu tidak akan mengubah tekad dan upaya kita dalam kebebasan berdemokrasi, berjalan menuju dunia global, dan tekad untuk berpastisipasi dalam komunitas demokrasi internasional.”
Presiden Tsai menegaskan, demokrasi pluralis merupakan karakteristik masyarakat Taiwan, ke depannya akan terus memperkuat kapasitas dan meningkatkan ketahanan demokrasi Taiwan.
Nikaragua merupakan negara ke-8 yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) mulai menjabat pada bulan Mei 2016 yang lalu. Sebelumnya negara-negara yang memutuskan hubungannya dengan Taiwan, yakni: São Tomé dan Príncipe, Panama, Republik Dominika, Burkina Faso, El Salvador, Kepulauan Solomon dan Republik Kiribati.
Saat ini Taiwan memiliki 14 sekutu diplomatik formal, yakni: Republik Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, Tuvalu, Eswatini, Vatikan, Belize, Haiti, Honduras, Guatemala, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, serta Saint Vincent dan Grenadine.