(Taiwan, ROC) Melanjutkan beberapa politikus seperti PM Su Tseng-chang, Ketua Yuan Legislatif Yu Shyi-kun, Menlu Joseph Wu mendapat julukan sebagai “pejuang Taiwan berdaulat” dan beberapa perusahaan Taiwan juga dikenai penalti dan dianggap melupakan kebaikan yang pernah didapatkan dan lainnya, Kantor Urusan Taiwan menyampaikan ada beberapa orang yang tercatat dalam daftar “pejuang Taiwan berdaulat”. Mengenai politik RRT yang dijadikan sebagai alat untuk mengertak dan mengancam pengusaha Taiwan, lalu diperbesar dengan daftar nama “sponsor Taiwan berdaulat”, maka Kantor Urusan Daratan Tiongkok(MAC) mengecam keras atas tindakan seperti penilaian anggapan dan penalti secara sepihak dan menimbulkan efek jeri (chilling effect), mengintervensi operasional perusahaan Taiwan dan mekanisme demokrasi Taiwan.
Wakil ketua MAC Chiu Chui-cheng(垂正說) mengatakan, “Taiwan adalah komunitas demokrasi yang berhukum, lintas selat tidak saling berafiliasi, tidak berada di wilayah yuridiksi pihak lain, pihak kami sangat tidak menerima mendapat ancaman intimidasi otoriter, ancaman RRT akan menjadi bumerang, pemerintah kami akan mempelajari dengan melihat perkembangan tindakan jahat dari RRT terhadap Taiwan, apakah perlu dilawan dan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin hak dan keselamatan dari warga kami.
MAC mengatakan Kantor Urusan Taiwan menyambut perkembangan investasi saudara Taiwan di RRT, bertujuan menarik investor baik dana, teknologi dan SDM yang bermanfaat untuk membangun, akan tetapi adanya pengawasan yang ketat terhadap investasi di berbagai sektor, kebijakan menikmati kekayaan bersama, fenomena "perusahaan negara maju, sektor swasta mundur" dan intervensi politik yang membuat risiko pengusaha di Taiwan melakukan investasi di RRT semakin tinggi, maka pemerintah mengingatkan agar pengusaha Taiwan sadar akan risiko melakukan investasi jangka panjang di RRT.
Ketua Dewan Pengembangan Nasional(NDC) Kung Ming-hsin saat diinterpelasi menyampaikan, 3 program utama investasi Taiwan menerobos NT$ 1,4 trilyun, program pertama kuota bonus tidak banyak, jika diperlukan baru ditambah. Kung Ming-hsin mengatakan, sejak perang dagang RRT-AS sejak 2019 hingga epidemic COVID-19, rantai pasokan dunia sedang mengalami restrukturisasi, maka semestinya pengusaha Taiwan yang masih berada di RRT secara perlahan-lahan mulai bergerak keluar. Kung Ming-hsin menambahkan pemerintah akan membantu, diprioritaskan investasi pulang kampung, jika pengusaha Taiwan ingin mengekspansi ke negara-negara sasaran kebijakan baru menuju selatan maupun negara Eropa Tengah –Eropa Timur, maka juga akan dibantu.
Kung Ming-hsin mengemukakan, pengusaha Taiwan berbisnis di seluruh penjuru dunia, berinvestasi dan mendapat pengakuan yang baik, memberikan peluang kerja dan berkontribusi ekonomi, termasuk pula di RRT. Ekspor Taiwan berkualitas, terandalkan, banyak yang menyukai investor Taiwan, jika bukan dikarenakan alasan ekonomi dan memberikan penalti kepada pengusaha maka sepertinya ini merupakan perlakuan yang tidak adil dan akan merugikan kesempatan kerja di kawasan tersebut.