(Taiwan, ROC) - Pelaksanaan program busa pariwisata Taiwan-Palau yang sempat digembar-gemborkan dan meraih banyak perhatian saat diluncurkan April lalu, belakangan menjadi bahan keluhan Presiden Palau Surangel Whipps Jr..
Presiden Whipps Jr. yang sempat berkunjung ke Taiwan untuk mempromosikan program tersebut mengeluh, setelah sempat diundurkan akibat lonjakan kasus COVID-19 pada bulan Mei, program tersebut memang meraih respons cukup hangat pada Agustus dan September, namun jumlah wisman terus berkurang dan hingga November telah memaksa maskapai China Airlines untuk berkali-kali membatalkan jadwal penerbangan.
Merespons keluhan dari Presiden Whipps Jr. dan kritikan dari legislator bahwa kebijakan bertujuan baik seharusnya tidak dibiarkan membangkitkan ketidakpuasan negara sahabat, Menteri Transportasi dan Komunikasi Wang Kwo-tsai (王國材) menerangkan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan China Airlines dan agen perjalanan bersangkutan, berharap bisa menemukan cara untuk menstabilkan paket busa pariwisata ini.
Wang Kwo-tsai mengatakan, “Pertama-tama, kita sedang bicarakan tentang penyesuaian jadwal penerbangan. Harapannya adalah agar jadwal ini bisa stabil. Kedua, bersama agen perjalanan untuk paket wisata Palau, misalnya Lion Travel dan South East Travel, Biro Pariwisata nanti akan mengadakan diskusi, terutama mengenai bagaimana bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk menuju lokasi pariwisata.”
Wang juga mengisyaratkan, saat ini China Airlines telah setuju untuk meningkatkan elastisitas jadwal penerbangan, sementara pelaksanaan agenda konkret lain akan diumumkan dalam waktu dekat.