(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien-loong tanggal 17 November menyampaikan, AS dan RRT semakin gencar melakukan operasi militer di sekitar perairan Taiwan, situasi ketegangan laut Taiwan memicu kesalahpahaman antara AS-RRT. Ia tidak beranggapan akan terjadi perang dalam seketika, akan tetapi situasi saat ini kemungkinan terjadi salah menilai.
Media melaporkan, dalam forum pembahasan ekonomi Bloomberg New Economy Forum PM Singapura Lee Hsien-loong saat diwawancarai menyampaikan, AS meningkatkan hubungan dengan Taiwan, RRT juga semakin gencar melepas patroli udara menjadi ujian bagi kemampuan pertahanan udara Taiwan, ditambah lagi dengan paspor Taiwan juga tertera nama “Taiwan”. Ia mengatakan, semua tindakan ini akan meningkatkan ketegangan, menyebabkan semakin memungkinan terjadi salah menilai.
Belakangan ini RRT meningkatkan aksi kemiliteran terhadap Taiwan, pesawat tempur kerap beroperasi di zona pertahanan udara Taiwan, kapal militer AS juga beberapa kali melewati selat Taiwan. Situasi ketegangan laut Taiwan sangat menarik perhatian.
Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden RRT Xi Jing-ping secara online pada tanggal 15 November 2021, ini merupakan kedua kalinya kedua pimpinan melakukan pembahasan. Joe Biden mengemukakan, berpegang teguh ada perubahan status quo secara sepihak atau menolak tindakan yang merusak perdamaian laut Taiwan, Presiden Xi Jing-ping malah mempertegas kebijakan “Satu Tiongkok” dan Three Joint Communiqués sebagai landasan dalam pembinaan hubungan RRT-AS. Lee Hsien-loong mengatakan, Joe Biden – Xi Jing-ping saling berterus terang dalam menyampaikan opini adalah hal baik, segala permasalahan belum tentu dapat diselesaikan dalam 1 kali rapat pertemuan.
Selain itu, media The Straits Times melaporkan, mantan Menlu AS Henry Kissinger saat menghadiri forum ekonomi Blommberg secara online, ia menyampaikan, pertemuan virtual Joe Biden -Xi Jing-ping mengarah pada aksi menghindari konflik, ini menjadi permulaan yang baik. Henry Kissinger beranggapan, walaupun AS-RRT saling bersaing dalam teknologi dan ekonomi, kedua negara wajib memiliki niat untuk meredakan kontroversi. AS-RRT wajib menerima bahwa negara dengan kemampuan teknologi yang setara seharusnya berusaha saling menghargai perbedaan pendapat, memungkinkan agar ada “koeksistensi” tidak hanya “mungkin” melainkan “kewajiban”.
Sisi lainnya, Wapres RRT Wang Qi-shan melalui konferensi virtual juga menyampaikan, RRT tidak akan mengabaikan dunia, dunia tidak akan mengabaikan RRT, tekad reformasi dan perluasan keterbukaan RRT tidak akan pernah berubah.
Forum Ekonomi Baru Bloomberg yang digelar secara annual menjadi pertemuan pemimpin negara dan pelaku usaha dunia, membahas tantangan ekonomi baru dan solusinya. Tahun ini acara pertemuan secara fisik berlangsung di Singapura pada tanggal 16-19 November 2021, sebagai partisipan bergabung melalui online.