(Taiwan, ROC) Wamenlu AS, Wendy Sherman, Wamenlu Jepang Mori Takeo, Wamenlu Korea Selatan Choi Jong-kun bersama menggelar pertemuan tingkat wakil menteri AS-Jepang-KorSel pada tanggal 17 November waktu Amerika Timur. Jubir Kemenlu Joanne Ou pada hari Kamis ini (18/11) merespons, Kemenlu mengapreasiasi AS, Jepang dan Korea Selatan melanjutkan pertemuan tingkat wakil menteri pada bulan Juli tahun ini, kembali mengadakan pertemuan dan membahas isu perdamaian laut Taiwan. Ia mengatakan, posisi Taiwan sangat strategis di kawasan Asia Timur dan berperan penting dalam kemakmuran regional, selama pemerintahan Joe Biden maka beraliansi dengan negara-negara yang memiliki pandangan yang sama, hal ini menunjukkan dukungan untuk kekuatan Taiwan dan mementingkan perdamaian laut Taiwan.
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Pihak kami akan berlanjut memperdalam kerjasama dengan AS, Jepang, Korea Selatan dan negara lainnya yang memiliki pandangan yang sama, bersama membela nilai demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia serta supremasi hukum, serta tetap menjaga tatanan internasional, masih ada menjaga perdamaian dan stabilitas laut Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.”
Terkait dengan Kemenlu RRT menunjuk hukum hubungan Taiwan AS, Six Assurance adalah illegal, adalah pandangan yang tidak berlaku, Joanne Ou mengatakan, hukum hubungan Taiwan dan Six Assurances adalah dokumen hukum AS, bagi yang sedikit memahami tatanan negara berdemokrasi pasti dapat memahami, melalui kongres nasional melakukan pemungutan suara, dan peraturan yang ditandatangani oleh presiden, tentu saja sah dan berlaku.”
Joanne Ou menegaskan bahwa Six Assurances adalah “elemen fundamental dari kebijakan AS terhadap Taiwan dan RRT.