(Taiwan, ROC) - Presiden Honduras Juan Orlando Hernández meninggalkan Taiwan pada Minggu setelah mengadakan kunjungan kenegaraan sepanjang tiga hari untuk menandai peringatan 80 tahun hubungan diplomatik antara Honduras dan Taiwan.
Hernández dan delegasinya yang beranggotakan 11 orang berangkat dari Bandara Internasional Taoyuan sekitar pukul 23:50, setelah menyelesaikan agenda terakhir dalam perjalanan resminya, yaitu kunjungan ke Kantor Bank Amerika Tengah untuk Negara Integrasi Ekonomi di Taiwan.
Hernández, yang akan segera meletakkan jabatan, mengadakan pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada hari Sabtu dan bersama-sama merayakan penjalinan 80 tahun hubungan diplomatik antara Taiwan dan Honduras.
Dalam pertemuan dengan Tsai di Kantor Kepresidenan, Hernández mengatakan kedua negara adalah teman sejati, dan kunjungannya merupakan "pesan yang jelas dan tegas" bahwa Honduras ingin mendukung Taiwan, yang menghadapi ancaman militer semakin besar dari RRT.
Presiden Tsai, sementara itu, menegaskan bahwa ini adalah kunjungan delegasi negara sahabat pertama dari Amerika Latin di Taiwan sejak merebaknya pandemi COVID-19, dan tahun ini Taiwan dan Honduras merayakan penjalinan tali persahabatan 80 tahun, maka kunjungan Presiden Hernández dan delegasi bermakna penting.
Juga pada hari Sabtu, anggota delegasi Honduras lainnya yakni Menteri Luar Negeri Lisandro Rosales Banegas, dianugerahi Ordo Bintang Cemerlang dengan Grand Cordon oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mempromosikan hubungan diplomatik yang lebih erat antara kedua negara.
Ini adalah kunjungan Hernández yang keempat di Taiwan. Sebelumnya, ia pernah berkunjung pada tahun 2015 dan 2016 sebagai presiden Honduras, dan pada tahun 2010 dalam kapasitasnya sebagai ketua parlemen.