(Taiwan, ROC) Presiden RI Joko Widodo kemarin (10/11) bertemu dengan PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob, kedua belah pihak mengemukakan, ke depannya bagi penumpang yang masuk dan sudah menerima vaksin maka tidak perlu disolasi, diprakirakan pada tahun depan akan membuka penerbangan Kuala Lumpur ke Jakarta, Bali, akan dibuka secara bertahap.
PM Ismail Sabri Yaakob pada tanggal 9 November berkunjung ke Indonesia selama 3 hari, kemarin (10/11) setelah bertemu dengan Presiden Jokowi, keduanya sepakat untuk menggelar pembahasan bersama.
Media Indonesia Kontan memberitakan, Presiden RI Jokowi mengemukakan, pembahasannya bersama dengan PM Ismail Sabri Yaakob , kedua negara akan membentuk jalur wisata, dengan mengadopsi pembukaan perbatasan secara bertahap, untuk mengakselerasi pemulihan perekonomian. Topik pembahasan bilateral ini mencakup perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia, serta berdiskusi terkait dengan situasi perkembangan di Myanmar dan Laut Tiongkok Selatan.
PM Ismail Sabri Yaakob mengemukakan, kondisi epidemic COVID-19 mereda, kedua negara sepakat untuk membentuk jalur wisatawan yang sudah menerima vaksin. Kedua belah pihak akan mempercepat pembahasan terkait dengan cara yang akan diadopsi, sementara ini diprakirakan penerbangan mulai dari Kuala Lumpur – Jakarta, dan Kuala Lumpur-Bali, diharapkan pada awal tahun depan dapat direalisasikan.
PM Ismail Sabri Yaakob dan PM Singapura Lee Hsien-loong pada tanggal 8 November melakukan pembahasan via telepon, memutus pada tanggal 29 November akan membuka jalur wisatawan yang telah menerima vaksin, dapat masuk berwisata tanpa perlu dikarantina, namun tetap menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dalam pertemuan ASEAN bulan lalu, Presiden RI Jokowi mengusung agar negara anggota ASEAN membentuk jalur wisatawan regional. Beliau menyampaikan, kondisi epidemi di negara-negara ASEAN mereda, penambahan kasus terinfeksi lebih rendah di bawah rata-rata penambahan kasus terinfeksi dunia, malah pengendalian perbatasan lebih ketat, di tengah situasi epidemi yang kian mereda dan mendapat pengontrolan, secara bertahap akan melonggarkan pembatasan lintas masuk, agar perjalanan wisata semakin nyaman dan menyenangkan