(Taiwan, ROC) -- New York Times melaporkan, rombongan delegasi perwakilan parlemen Eropa berkunjung ke Taiwan beberapa waktu lalu, hal ini memperlihatkan kecurigaan Eropa terhadap RRT semakin mendalam, semakin lama semakin bersedia memperkuat hubungan dengan Taiwan. Pemerintah baru Jerman dan pemilu presiden di Perancis pada tahun depan akan berpengaruh besar pada arah hubungan Eropa dengan Beijing dan Taipei.
Artikel laporan dari Taipei ini mengungkapkan, negara-negara di benua Eropa yang selama ini selalu menjaga jarak dengan Taiwan karena takut akan Beijing, tetapi dari serangkaian kegiatan politik memberikan isyarat bahwa mungkin akan terjadi sedikit perubahan dalam internal Eropa, salah satu alasan tranformasi ini adalah Eropa semakin lama semakin ragu dengan tindakan kekerasan dari RRT.
Dalam tulisan tersebut menyebutkan, Menteri Luar Negeri ROC Joseph Wu menebarkan “serangan mempesona” di benua Eropa dua pekan lalu, mengadakan pertemuan informal dengan anggota parlemen Eropa yang belum pernah terjadi sebelumnya saat kunjungannya di Brussel. Selain itu parlemen itu memberikan laporan, imbauan kepada Uni Eropa untuk meningkatkan hubungan dengan Taiwan mendapat suara yang luar biasa, bahkan menyebutkan Taiwan adalah “mitra dan rekan demokratis di kawasan Indo-Pasifik”.
Pekan lalu, dengan mengabaikan ancaman dari Beijin, ketua Delegasi Komite Khusus untuk Interferensi Asing dalam Proses Demokratis di Uni Eropa Termasuk Disinformasi (INGE), Raphaël Glucksmann memimpin delegasi ke Taiwan untuk pertukaran, ini merupakan pengutusan delegasi secara resmi perdana dari Eropa Parlemen.
Pada tanggal 4 November kemarin, saat bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Raphaël Glucksmann mengatakan, perjalanan ini menyampaikan pesan yang sangat sederhana dan jelas, “Taiwan tidak sendirian, dan Eropa akan berdiri pada garis yang sama dengan Taiwan.”