History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Puji Demokrasi Taiwan dalam Pembukaan Gedung Momen Demokrasi

  • 01 November, 2021
  • 陳志勇
Presiden Tsai Puji Demokrasi Taiwan dalam Pembukaan Gedung Momen Demokrasi
Presiden Tsai Ing-wen (kanan tengah), Ketua Legislatif You Si-kun (kiri tengah) menghadiri upacara pembukaan Gedung Momen Demokrasi (民主時刻館) di Distrik Wufeng, Taichung, Minggu, 31 Oktober 2021.

(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memuji kehidupan demokratis Taiwan yang diperoleh dengan susah payah, dan menegaskan bahwa dukungan gigih Taiwan terhadap nilai-nilai demokrasi, terutama di tengah merebaknya pandemi global COVID-19, telah mendapatkan dukungan internasional.

Melalui sambutan dalam pembukaan Gedung Momen Demokrasi (民主時刻館) di Distrik Wufeng, Taichung, pada hari Minggu, 31 Oktober, Tsai meminta masyarakat Taiwan untuk terus memajukan demokrasi sehingga generasi masa depan dapat terus menikmati kebebasan.

Gedung Momen Demokrasi dulunya adalah Gedung Majelis Provinsi Taiwan, kini telah direnovasi menjadi tempat khusus memamerkan momen-momen penting dari gerakan dan perkembangan demokrasi bangsa Taiwan, dan berfungsi sebagai situs untuk mewariskan sejarah demokrasi kepada generasi mendatang.

Gedung Momen Demokratis dibagi menjadi enam area pameran yang menampilkan dokumen, foto dan artefak yang mencatat atau mewakili perkembangan demokrasi penting di Taiwan sejak berada di bawah kekuasaan Dinasti Qing.

Usai menghadiri upacara pembukaan, Presiden Tsai dan petinggi pemerintah lain yang turut hadir, termasuk Ketua Yuan Legislatif You Si-kun (游錫堃), sama-sama mengunjungi sebuah pameran bertajuk “100 Tahun Sejarah Petisi Taiwan” yang digelar di salah satu area pameran.

Menurut Yuan Legislatif selaku pihak pengorganisasi, pameran ini dimaksudkan untuk membuat pengunjung memahami sejarah kampanye yang diluncurkan oleh pelopor demokrasi Lin Hsien-tang (林獻堂) pada tahun 1921. Lin adalah seorang pendukung otonomi Taiwan pada zaman kolonialisme Jepang yang berjuang demi pembentukan majelis perwakilan oleh rakyat Taiwan sendiri.

Sejak tahun 1921, Lin membuat total 15 petisi dalam kurun waktu 14 tahun kepada pemerintah Jepang, membuahkan diadakannya pemilu pertama di Taiwan selama era kolonialisme Jepang pada tahun 1935.

Komentar

Terbarumore