(Taiwan, ROC) -- Ketua Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Tai-san (邱太三) pada hari ini (29/10) mengusulkan empat imbauan, dan menekankan perlunya dialog yang setara antara kedua sisi selat. Beliau juga menyampaikan, pemerintah tengah membahas pelonggaran pembatasan komunikasi lintas selat setelah epidemi melambat, dan bersedia memimpin dalam mengusulkan agar otoritas publik dari kedua belah pihak dapat berinteraksi dan berkomunikasi mengenai hal-hal terkait.
Hari ini, MAC menggelar Seminar Internasional bertajuk “Tren Perubahan Politik, Ekonomi dan Sosial Daratan Tiongkok” di Taipei. Dalam seminar tersebut, Chiu Tai-san menyampaikan pidato dalam bahasa Inggirs yang bertema “Hentikan Pertikaian, Ciptakan Kemakmuran dan Perdamaian di Selat Taiwan”, serta mengusulkan imbauan seperti yang disebutkan pada paragraf di atas. Menurut terjemahan bahasa Mandarin yang disediakan oleh MAC, Chiu Tai-san menuturkan, kedua sisi selat saling berdekatan satu sama lain, dan tiap masyarakat saling berhubungan dengan erat. Menantikan Daratan Tiongkok saat mengejar modernisasi dan kekuatan komprehensif, selain “Kemakmuran bersama” di sisi ekonomi, juga seharusnya membiarkan “Kedaulatan bersama” dalam masyarakat, mempromosikan reformasi demokrasi, dan melembagakan perubahan otoritas secara progresif.
Dirinya juga menambahkan, pihak berwenang Beijing harus memahami bahwa “Empat Kegigihan” yang dikemukakan oleh Presiden Tsai Ing-wen adalah arus utama opini publik dan garis bawah Taiwan. Mengenai perbedaan sistem dan nilai antara kedua sisi selat, kedua belah pihak perlu memiliki dialog yang setara, menangani kekhawatiran satu sama lain secara pragmatis. Chiu Tai-san menegaskan, komitmen pemerintah tidak berubah, dan berharap agar pihak lintas selat dapat membuang rasa permusuhan, serta menjadikan perdamaian sebagai prinsip tertinggi, dan bersama-sama meningkatkan hubungan lintas selat.
Dirinya juga menuturkan, kedua sisi selat harus melakukan pertukaran yang sehat untuk mempromosikan pemahaman dan membangun rasa saling percaya satu sama lain. Pemerintah tengah mendiskusikan “Setelah epidemi melambat, mengendurkan kontrol komunikasi secara bertahap, mengusulkan agar otoritas publik dari kedua belah pihak dapat berinteraksi dan berkomunikasi mengenai hal-hal terkait, guna menjamin kesejahteraan rakyat.”