(Taiwan, ROC) - Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) berangkat pada hari Minggu malam untuk mengunjungi Republik Slovakia dan Republik Ceko dalam sebuah kunjungan langka ke negara-negara di mana Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Melalui kicauan di Tweeter, Wu mengatakan bahwa ia merasa terhormat untuk mengunjungi dua negara Eropa Tengah, yang terkait erat dengan Taiwan melalui gerakan mahasiswa Velvet Revolution dan Wild Lily.
"Kami juga bercita-cita untuk kebebasan, hak asasi manusia & supremasi hukum. Saya merasa terhormat untuk mengunjungi & bermitra untuk kemajuan dunia. Bersama-sama kita adalah kekuatan yang tak terhentikan untuk kebaikan!" demikian tulis Wu.
Rencananya, Wu akan menyampaikan pidato utama pada hari Selasa di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir GLOBSEC yang berbasis di Bratislava di Slovakia, serta menerima medali dari Presiden Senat Ceko Miloš Vystrčil dan bertemu dengan Walikota Praha Zdeněk Hřib.
Selama berada di Eropa, Wu juga akan berbicara secara virtual pada konferensi yang diselenggarakan oleh Inter-Parliamentary Alliance on China di Roma, Italia, pada 29 Oktober.
Untuk diketahui, menteri luar negeri dan pejabat tinggi Taiwan lain jarang melakukan perjalanan di Eropa, apalagi ke negara tanpa hubungan diplomatik resmi, mengingat fakta bahwa negara-negara tersebut biasanya akan menghadapi tekanan kuat dari Tiongkok untuk mencegah diadakannya perjalanan semacam itu.
Para menteri luar negeri Taiwan sebelumnya memang pernah mengunjungi negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan untuk mengadakan pertemuan dengan para diplomat Taiwan yang ditempatkan di sana, tetapi kunjungan tersebut biasanya dilakukan secara pribadi atau tidak diumumkan sebelum diselesaikan.
Terakhir kali Wu mengunjungi Eropa dan memiliki jadwal publik adalah pada 2019 untuk berbicara di KTT Demokrasi Kopenhagen di Denmark.
Kunjungan Wu bertepatan dengan kunjungan delegasi perdagangan Taiwan ke Eropa yang dipimpin oleh kepala Dewan Pembangunan Nasional Kung Ming-hsin (龔明鑫). Delegasi 66 orang berangkat dari Taiwan Rabu lalu untuk mengunjungi Republik Ceko dan Slovakia serta Lithuania dari 20-30 Oktober sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur.
Sementara itu, merespons rencana kunjungan menlu Taiwan ke Eropa, Tiongkok yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, memperingatkan Slovakia dan Republik Ceko pada hari Jumat bahwa tidak ada pihak manapun yang harus menyembunyikan ilusi tentang "langkah-langkah yang diperlukan" yang akan diambil Tiongkok untuk mempertahankan kedaulatannya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.