History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chiu Kuo-cheng: Militer Siap Tempur Demi Membela Negara

  • 14 October, 2021
  • 鄭蕙玲
Chiu Kuo-cheng: Militer Siap Tempur Demi Membela Negara
Menhan Chiu Kuo-cheng

(Taiwan, ROC) Mengenai prediksi Komando Pasifik Amerika Serikat (USPACOM) bahwa RRT akan menyerang Taiwan dalam kurun waktu 6 tahun, Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng(邱國正) pada hari Kamis ini (14/10) saat sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, tentara nasional selalu siap tempur, siap menanggapi segala situasi yang mungkin terjadi dan tidak ada jadwal penentu. Selain itu, Prancis telah mengkonfirmasi pengiriman kapal perang melintasi selat Taiwan, dalam hal ini Chiu Kuo-cheng menegaskan, perairan dan teritorial udara sekitar Taiwan jika ada penyimpangan maka semua akan dimonitor oleh kemenhan.

Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Dikarenakan untuk persiapan tempur dilakukan secara rutin, tidak kami sebutkan pada hari apa, jika ada saja kejadian lebih awal, apa yang harus dilakukan? Maka tentara nasional dalam hal ini selalu menjalani latihan tempur, menghadapi kondisi darurat, perlu menanggapi, maka pada dasarnya saya juga merasa perlu tidaknya, salah atau benar dengan memberikan jadwal kesiapan, tetapi juga bisa menjadi bahan pertimbangan, ada setting imajinatif, ada asumsi, asumsi ini cepat atau lambat perlu kami tetapkan, menjadi materi kajian.”

Berkaitan dengan jubir Kantor Urusan Taiwan, Ma Xiao-kuang (馬曉光) menjelaskan pelatihan militer yang bertujuan untuk menghalau aktivitas separatis yang ingin berdaulat dan intervensi dari pihak luar, tindakan pelatihan ini benar-benar adil. Chiu Kuo-cheng mengatakan, ketika peluru ditembakkan , maka tidak ada perbedaan warna maupun prinsip, tentara bertanggung jawab melindungi negara, ketika stabilitas negara terancam, membela kebebasan masyarakat Taiwan tanpa membedakan dari siapa lawannya.

Mengenai Kemenhan Prancis yang membeberkan belakangan ini mengutus kapal perang melintasi selat Taiwan. Chiu Kuo-cheng menekankan, jika ada penyimpangan terjadi di perairan maupun territorial udara Taiwan, termasuk ada niat jahat, ataupun misi apapun, atau pelayaran umum, semua ini akan dimonitor oleh Kemenhan.

Selain itu, Kemenhan pada hari Kamis ini juga memberikan laporan mengenai “Persiapan dan Perbaikan Kekuatan Tempur dalam Menanggapi Perubahan Situasi Sekitar Taiwan”, menyebutkan pada bulan Juli mulai menerapkan perlawanan kognitif terhadap RRT dan meningkatkan kemampuan para tentara. Chiu Kuo-cheng mengemukakan saat ini semua orang mengetahui perang kognitif, jika muncul adanya pesan yang kontroversial, pihak militer tidak akan menentukan sumbernya, akan tetapi perlu sigap menanggapi dan publikasi dilakukan untuk meredakan kontroversi. Ia beranggapan ini bukan hanya pendidikan dalam kemiliteran tetapi juga perlu diterapkan di kalangan akademis.

Komentar

Terbarumore