(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen menemui mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott di Istana Presiden pada hari ini (7 Oktober). Presiden Tsai Ing-wen menyambut Tony Abbott yang untuk perdana berkunjung ke Taiwan dan menyampaikan Taiwan dan Australia selalu merupakan mitra dagang yang sangat penting, belakangan ini Taiwan telah dengan resmi mengajukan permohonan masuk dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), berharap dapat terus memperkuat jalinan ekonomi perdagangan antara Taiwan dengan Australia dan antara Taiwan dengan dunia.
Pada bagian keamanan, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, pemerintah Australia menyesuaikan strategi kebijakan, dengan agresif merespons perubahan geopolitik di kawasan Indo pasifik, juga terus memperdalam dialog kerja sama keamanan 4 pihak dengan Amerika Serikat, Jepang, dan India, dan dalam dialog juga membicarakan dan memperhatikan topik permasalahan RRT dan Taiwan. Selain itu pemerintah Australia juga memberikan suara secara terbuka dalam berbagai ajang internasional membantu Taiwan memperluas ruang internasional, menegaskan pentingnya kestabilan perdamaian Selat Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Di sini, saya ingin secara khusus berterima kasih pada mantan Perdana Menteri Tony Abbott yang menegosiasikan penandatangan perjanjian kerja sama ekonomi Taiwan – Australia dan mendukung Taiwan masuk dalam CPTPP, selain itu tidak pernah berhenti memberikan suara, mengimbau pentingnya memperhatikan perdamaian dan keamanan selat Taiwan.”
Presiden Tsai Ing-wen menegaskan, Taiwan bersedia dan memiliki kemampuan berkontribusi, terus mempertahankan kestabilan perdamaian kawasan, dan berbagi serta memperdalam kerja sama dengan mitra negara demokrasi dalam bidang vaksin, teknologi revitalisasi, perubahan iklim, kerja sama rantai pasokan dan lainnya.
Tony Abbott dalam kata sambutnya juga memberikan selamat atas keberhasilan Taiwan dalam pencegahan epidemi, terutama dalam situasi di mana Taiwan masih belum dapat berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi-organisasi internasional lainnya. Tony Abbott menyampaikan, situasi seperti ini sudah berjalan selama puluhan tahun, dengan kedatangannya kali berharap dapat membantu Taiwan berpartisipasi dalam organisasi internasional dan yang dapat dilakukan sekarang ini adalah memperdalam jalinan hubungan dengan Taiwan, terutama dalam bidang ekonomi perdagangan, oleh karena itu ia berharap negara-negara anggota CPTPP dapat memberikan dukungan bagi Taiwan.
Tony Abbott mengatakan, “Apabila Taiwan dapat masuk dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), maka akan lebih dapat menyorot nilai demokrasi, untuk itu saya sangat berharap negara-negara anggota CPTPP sekarang ini dapat memberikan dukungan bagi Taiwan untuk berpartisipasi.”
Tony Abbott juga menyampaikan, Taiwan menjadi contoh dunia dalam banyak hal, terlebih perkembangan dari negara otoriter ke demokrasi, hal ini membuat negara-negara di kawasan Indo Pasifik dapat lebih mengerti bagaimana dalam kekayaan juga dapat berbagi bebasan dan demokrasi. Tetapi Tony Abbott juga mengungkapkan, tidak semua orang, semua negara merasa senang dengan kemajuan dan kemakmuran Taiwan, seprti beberapa negara-negara tetangga di sekitar Taiwan, dalam situasi seperti ini seharusnya negera-negara demokrasi semakin bersatu.
Tony Abbott beranggapan, beberapa tahun terakhir ini, Australia dan negara-negara lainnya mempromosikan nilai demokrasi, tetapi lupa untuk memberikan perlindungan dasar akar dari nilai demokrasi yang telah ada, untuk itu ia berharap dikedepannya dapat mencari keseimbangan dalam hal ini.