(Taiwan, ROC) - Persidangan Yuan Legislatif hari Senin, 27 September, resmi memasuki agenda interpelasi terpisah di setiap komisi. Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) dan Menteri Pertanian Chen Chih-chung (陳吉仲) sama-sama menghadiri sidang interpelasi di Komisi Urusan Ekonomi, menerangkan perkembangan permohonan Taiwan untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP).
Menteri Ekonomi Wang menegaskan, CPTPP merupakan perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi dengan pengurangan pajak besar yang akan memberikan manfaat positif bagi sektor industri setelah bergabung, namun akan berdampak pada industri yang berorientasi pada kebutuhan dalam negeri seperti produk pertanian dan industri mobil.
Kendati demikian, menurut Wang, dampak tersebut hanya berdurasi pendek, kalau ditilik secara jangka panjang, dampaknya akan lebih besar lagi jika tidak bergabung.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Chen Chih-chung mengemukakan, partisipasi Taiwan dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2002 tidak hanya tidak membawa dampak bagi pertanian domestik, sebaliknya malah memberikan peluang untuk transformasi struktural dan memperkuat penjualan ekspor, di mana dampak positif paling dirasakan industri peternakan lokal.
Kali ini, lanjut Chen, upaya bergabung dengan CPPTP diperkirakan akan meningkatkan nilai ekspor pertanian setidaknya US$50 miliar dalam lima tahun ke depan.
Chen Chih-chung mengatakan, “Bagaimana cara menghitung NT$50 miliar ini? Menggunakan kekuatan pertumbuhan ekspor pertanian kita dari 2016 hingga saat ini, dapat dihitung rata-rata dalam lima tahun ke depan, kita dapat meningkatkan nilai ekspor rata-rata 30 miliar. Ini juga telah kita capai di 4 tahun terakhir. Yang kedua adalah kebijakan nol-tarif yang akan mengurangi pemungutan rata-rata NT$20 miliar. Ini hanya takaran minimum, kalau menambahkan faktor-faktor lain seperti pengurangan pajak dan harga, nilai ekspor akan lebih tinggi lagi.”
Perihal dampak terhadap 20 jenis produk pertanian yang dikhawatirkan, Chen menegaskan, akan menanganinya berdasarkan pola Jepang, yakni menggunakan penundaan pengurangan pajak untuk sedapat mungkin melindungi produk non-pajak.