(Taiwan, ROC) – Mengenai Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menentang Taiwan mengajukan untuk turut berpartisipasi dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), Kementerian Luar Negeri tanggal 24 September secara khusus menyampaikan, Taiwan adalah Taiwan, bukan bagian dari RRT, Republik Rakyat Tiongkok tidak pernah seharipun mengatur Taiwan dan tidak ada hak kedaulatan untuk mewakili rakyat Taiwan dalam kancah internasional, hanya pemerintah yang dipilih oleh rakyat Taiwan yang berhak dan berdaulat mewakili 23,5 juta rakyat Taiwan turut dalam organisasi internasional atau mekanisme ekonomi kawasan, pemerintah mewakili rakyat Taiwan mengajukan permohonan turut berpartisipasi, RRT tidak berhak turut campur mengatur apalagi RRT bukanlah anggota CPTPP, bahkan komunitas international meragukan untuk mengikutsertakan RRT dalam CPTPP yang memiliki standar yang tinggi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou mengatakan,“Pemimpin Partai Komunis menyebutkan kalau mereka ‘Kami sebelumnya, sekarang juga tidak bersikap agresi, melecehkan orang lain, tidak merajai’, hanya lewat beberapa jam saja sudah terlihat pemerintah RRI menekas Taiwan untuk tidak turut berpartisipasi dalam CPTPP, bahkan mengerahkan kekuatan militer yang besar untuk mengancam rakyat Taiwan. Ini sama saja apa yang dikatakan dengan yang dilakukan berbeda, dan hal seperti ini hanya dilakukan oleh pemerintah RRT, untuk itu Kementerian Luar Negeri Taiwan mengencam tindakan RRT yang menindas Taiwan.”
Dewan Urusan Daratan Tiongkok mengimbau pemerintah Beijing seharusnya melihat situasi nyata dari Antar Selat Taiwan, menerapkan dengan benar peraturan dan reformasi sistem serta penyesuaian berpartisipasi dalam integrasi ekonomi regional, mempromosikan ekonomi dan perdagangan yang adil dan kerja sama yang saling menguntungkan, bahkan meninggalkan pemikiran yang bermusuhan dan konfrontatif, dan menghentikan penindasan dan tindakan politik yang tidak rasional terhadap Taiwan.
Terkait kekhawatiran dunia luar apakah Taiwan demi bergabung dalam CPTPP maka membuka impor “makanan terkontaminasi nuklir dari Jepang” (makanan dari daerah yang terimbas bencana nuklir 11 Maret seperti Fukushima)? Perdana Menteri Su Tseng-chang mengungkapkan banyak negara telah menyambut masuknya Taiwan, bahkan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi juga mengatakan bahwa makanan Fukushima tidak akan digunakan sebagai pertukaran dan persyaratan pengajuan.