(Taiwan, ROC) --- Hari ini (15/9) Ketua Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chiu Tai-san (邱太三) memberikan pidatonya secara virtual dalam pertemuan "The Third Wednesday Club" untuk periode bulan September. Dalam pidatonya, Chiu Tai-san menyampaikan, prinsip unilateral yang diperlihatkan oleh otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) sangat merugikan pembangunan ekonomi dan perdagangan lintas selat. RRT dinilai mencoba menarik minat talenta berbakat Taiwan untuk mengembangkan kemampuan mereka di sana.
Misal dengan program pembangunan jembatan yang menghubungkan Jinmen dengan Xiamen yang digadang-gadangkan RRT akan menjadi tidak berarti jika tidak dikomunikasikan dengan pihak Taiwan.
Di samping itu, isu perubahan nama pada Kantor Perwakilan ROC di AS telah membuat pengusaha Taiwan menjadi cemas. Menjawab ketakutan tersebut, Chiu Tai-san menyampaikan jika polemik ini tentu memiliki sensitivitas tersendiri, mengingat hal ini akan mengaitkan hubungan diplomatik antar AS dengan RRT.
Di tengah implementasi untuk mewujudkan "Mimpi RRT" dan memperluas posisi strategi militer global mereka, RRT dinilai akan mengupayakan segala cara, yang hanya akan membuat banyak negara cemas. Kekhawatiran tersebut tidak hanya datang dari Negeri Paman Sam, melainkan dari negara lainnya, misal Uni Eropa dan lain-lain.
Ketika tidak bisa berhadapan secara langsung, maka mereka memilih menggunakan metode yang berbeda. Misal dengan persetujuan dari Komite Luar Negeri Parlemen Uni Eropa akan proposal untuk menyematkan nama "Taiwan" dalam Kantor Perwakilan ROC di Uni Eropa. Ini adalah kondisi internasional yang tengah terjadi dan menjadi pernyataan yang sekali lagi ditekankan oleh pihak Taiwan.
Chiu Tai-san menekankan, perubahan nama dari Taipei Economic and Cultural Representative Office menjadi "Taiwan Representative Office" adalah pencapaian yang positif yang sangat dinanti-nantikan. Taiwan akan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama sepenuhnya.
Sayangnya, hal tersebut mendapat penolakan keras dari RRT. Wacana perubahan nama tersebut pun harus kembali masuk ke meja negosiasi untuk didiskusikan ulang. Namun demikian, Chiu Tai-san menambahkan bahwa ini adalah arah yang akan dituju dan mereka akan memilih waktu yang tepat untuk mewujudkannya.
Chiu Tai-san mengatakan, "Di AS sendiri, perubahan ini terus dipertimbangkan. Setiap bulan atau bahkan minggu akan terjadi banyak sekali perubahan di berbagai level atau tingkatan, misal militer, ekonomi dan. hubungan diplomatik. Yang saya tahu, kedua belah pihak akan sangat hati-hati sebelum merilis keputusan apa pun. Waktu implementasinya mungkin akan bergantung pada situasi yang tengah berkembang saat ini. Arah dan tujuan yang akan kami capai telah jelas, tetapi waktunya mungkin harus membutuhkan penyesuaian dari kedua belah pihak."
Ketika ditanya perihal kemungkinan kembali digelarnya Dialog Lintas Selat, Chiu Tai-san bahwa hal ini tentu akan memberikan banyak sekali tekanan terhadap posisinya kini. Namun demikian, dialog antar selat mungkin dan perlu untuk dimulai kembali, mengingat beberapa kebijakan yang dipromosikan RRT tidak berjalan efektif.
Pertukaran lintas selat yang terjadi saat ini hanya berkisar pada kerja sama antar pihak swasta. Dan dalam setiap kerja sama yang digalang sedikit banyak akan bersinggungan dengan pihak pemerintah. Chiu Tai-san percaya hal tersebut akan meningkatkan sentimen publik terhadap realisasi pelaksanaan dialog lintas selat.
Chiu Tai-san mengatakan, situasi lintas selat saat ini tidak pantas berkembang ke arah yang negatif, mengingat seluruh pihak telah mengimplementasikan pengendalian manajemen risiko. Ia berharap akan ada banyak berita positif yang terbina antar selat pada masa mendatang. Meski selama menjabat posisi Ketua MAC tidak dapat menggelar dialog lintas selat, tetapi Chiu Tai-san akan mengupayakan segala cara untuk mewujudkannya.