Pada hari Sabtu, 11 September 2021 Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) menyelenggarakan OSMITA (Orientasi Mahasiswa Indonesia di Taiwan) secara daring. Kegiatan orientasi online yang bertajuk “Membentuk Lulusan Luar Negeri yang dapat Bersaing Dalam Dunia Kerja dan Berkontribusi dalam Pembangunan Indonesia” ini telah mengundang beberapa narasumber, guna memberikan pembekalan serta semangat bagi seluruh mahasiswa baru dari Indonesia yang saat ini tengah bersiap-siap untuk melanjutkan studinya ke Taiwan, ataupun yang sedang menempuh pendidikannya di Taiwan.
Acara yang dipandu oleh pembawa acara, Pratomo Adinegoro dimulai dengan mengajak seluruh peserta orientasi untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Umum PPI Taiwan periode 2021-2022, Miftakhul Jannatin, Koordinator PPI Dunia, Faruq Ibnul Haqi, Ketua Bidang Perlindungan WNI Pensosbud KDEI Taipei, Fajar Nuradi, Perwakilan TETO Surabaya, Ichi Lin, dan Perwakilan Taiwan Education Center di Surabaya, Primasari.
Setelah sesi kata-kata sambutan dari beberapa perwakilan dan foto-foto bersama selesai, dilanjutkan dengan pemutaran video dari Ibu Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., selaku Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru yang sebentar lagi akan memulai perkuliahan di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Taiwan. Beliau pun menyampaikan jika kegiatan orientasi virtual yang digagas oleh PPI Taiwan ini sangatlah penting, bukan hanya sebagai bekal awal dalam memulai dunia kampus, namun juga merupakan bekal saat memasuki kehidupan dan pergaulan di negeri orang.
Ibu Ida Fauziyah menuturkan, “Ketika memilih untuk studi di luar negeri, maka kita semua memiliki dua tantangan pada saat yang bersamaan. Tantangan menghadapi dialektika dan dinamika belajar di perguruan tinggi, yang sama sekali berbeda ketika belajar di bangku SMA bagi mahasiswa S1, ataupun perbedaan budaya dan akademik bagi yang melanjutkan pra jenjang S2 dan S3. Pada saat yang sama, kita semua akan menghadapi tantangan beradaptasi dengan lingkungan, iklim, kultur, dan kehidupan di negeri orang yang berbeda dengan kehidupan yang ada di tanah air.”
“Kecepatan dan kemampuan beradaptasi akan sangat menentukan keberhasilan adek-adek semua”, tambahnya.
Beliau juga mengajak para mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk dapat mengambil nilai-nilai positif dari negara yang ditempati, dan membuang hal-hal yang tidak sesuai dengan jati diri kita, misalnya hedonisme, liberalisme, radikalisme, dan sebagainya.
“Keberadaan orang Indonesia di mancanegara, secara tidak langsung adalah duta bangsa, apapun status dan profesinya. Di pundak kalian semua, terdapat tugas menjaga nama baik bangsa.”, tegasnya.
Beliau juga mengemukakan, jika pengguruan tinggi di Taiwan memiliki keunggulan di banyak bidang, di antaranya di bidang teknologi informasi; di mana Taiwan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Dirinya pun mengajak untuk mahasiswa baru dapat menyerap pengetahuan serta teknologi yang bermanfaat di saat kuliah, dan menjadi mahasiswa atau sarjana yang kompeten, dan produktif.
“Kontribusi kalian untuk membangun bangsa di berbagai bidang keilmuan sudah dinanti. Karena kalian adalah generasi utama yang akan mengisi pembangunan Indonesia di masa bonus demokrasi.”, ujar Menaker RI.
Setelah pemutaran video kata sambutan dari Menaker RI, acara orientasi pun dilanjutkan dengan presentasi oleh Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Surabaya (TETO Surabaya), Fenny Lee dan Nita He, yang menjelaskan hal-hal terkait pengajuan Visa Taiwan bagi pelajar Indonesia, seperti dokumen persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk siswa internasional, legalisir dokumen pendidikan, serta sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para pelajar Indonesia untuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar pengajuan visa dan lain-lain, kemudian setelahnya langsung dijawab oleh pihak TETO Surabaya.
Setelah sesi tanya jawab dengan TETO Surabaya berakhir, dilanjutkan dengan presentasi oleh Bapak Fajar Nuradi, selaku Ketua Bidang Perlindungan WNI Pensosbud KDEI Taipei, yang berbagi informasi mengenai sejarah, badan organisasi, fitur layanan, dan juga sesi tanya jawab tentang KDEI Taipei, pendaftaran ARC, ketentuan khusus untuk perpanjangan paspor jikalau masa berlaku telah habis, legalisasi ijazah, dan sebagainya.
Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan kedatangan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2021, dari Ketua Umum PPI Taiwan 2021-2022, Miftakhul Jannatin, yang menceritakan pengalamannya selama menimba ilmu di Taiwan, serta presentasi singkat akan organisasi-organisasi pelajar Indonesia yang ada di Taiwan, permasalahan WNI di luar negeri, dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini, dirinya bersama pembawa acara secara khusus mengintroduksi seputar pencanangan perdana Kartu Pelajar Indonesia di Taiwan (KPIT) PPI Taiwan, apa saja kelebihan-kelebihannya, dan juga bagaimana cara pengajuan KPIT. (Untuk melakukan registrasi silakan merujuk pada tautan berikut: http://kpit.ppitaiwan.id/)
Selain itu dirinya tak luput pula memperkenalkan masing-masing PPI Kampus/Wilayah se-Taiwan, lengkap dengan informasi-informasi seperti, nama PPI, nama ketua, ID Line dan Instagram masing-masing PPI, dan memberikan kesempatan bagi para ketua PPI Kampus/Wilayah se-Taiwan untuk memperkenalkan diri, serta memberikan sepatah dua kata bagi para mahasiswa tahun ajaran baru.
Pada penghujung acara, kegiatan OSMITA (Orientasi Mahasiswa Indonesia di Taiwan) pun ditutup dengan pembacaan doa.