(Taiwan, ROC) --- Kandidat presiden dari partai oposisi di Honduras menyampaikan akan menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok, jika ia berhasil memenangkan pemilu mendatang. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri MOFA menyampaikan, pihaknya akan terus mengamati perkembangan dari pemilu Honduras, serta akan terus memperkuat komunikasi dengan partai berkuasa dan oposisi setempat.
Saat ini, hubungan persahabatan Taiwan dengan Honduras terpantau stabil, dengan ragam promosi program kerja sama. Taiwan akan terus memperluas rencana kerja sama mereka, serta pada saat yang sama akan mengintegrasikan kekuatan dari negara-negara sehaluan untuk bersama-sama memajukan kemakmuran dan pembangunan di Honduras.
Pada bulan November mendatang, Honduras akan menggelar pemilu presiden. Beberapa kandidat dari partai oposisi setempat menyampaikan akan menjalin hubungan diplomatik dengan RRT, setelah mereka menang dalam pesta rakyat setempat.
MOFA menyampaikan, Kedutaan Besar ROC untuk Honduras akan terus menjalin komunikasi dengan politisi dari partai penguasa maupun oposisi. Jalinan persahabatan antar kedua negara telah terjalin sedari dahulu, dengan ragam kerja sama yang saling menguntungkan. Hal tersebut juga telah memainkan peran penting bagi kemakmuran perekonomian Honduras.
Pada saat yang sama, Kedubes ROC untuk Honduras juga mengingatkan bahwa pemerintah RRT kerap kali melontarkan janji manis , yang kerap kali tidak realistis. Ini adalah taktik lama dari Negeri Tirai Bambu untuk merusak hubungan diplomatik Taiwan dengan Honduras
MOFA menambahkan, pihaknya akan terus memperhatikan opini publik yang terus berkembang dan situasi pemilihan kandidat dari masing-masing parpol di Honduras. Terlepas dari siapa yang akan memenangkan pemilu mendatang, MOFA akan berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara.
Ketua Divisi Amerika Latin MOFA, Florencia Hsieh (謝妙宏) mengatakan, “Tahun ini menandai 80 tahun genapnya hubungan persahabatan antar Taiwan dengan Honduras. Jalinan kerja sama antar kedua negara sejauh ini tetap stabil dan bersahabat. Berbagai program kerja sama yang dipromosikan sangat lancar dan efektif, serta mendapat pengakuan dari masyarakat setempat. Menghadapi ancaman internasional yang terus dilancarkan oleh RRT, Taiwan akan terus memprioritaskan pertahanan hubungan persahabatan dan kedaulatan nasional dengan negara sahabat. Ini adalah tujuan MOFA dan tidak akan pernah pudar.”
Selain itu, menjawab pertanyaan pihak luar perihal donasi vaksin produksi Taiwan, MOFA menyampaikan, pihaknya akan membantu negara sahabat dalam memerangi penularan COVID-19. Bantuan tersebut akan diberikan kepada negara sahabat dengan memastikan kapasitas vaksin dalam negeri sebelumnya.
Namun demikian, masing-masing negara masih perlu mengevaluasi informasi relevan lebih lanjut. Pada saat yang sama, mereka juga harus menyelesaikan kebijakan kesehatan masing-masing sebelum memutuskan untuk mengimpor vaksin dari Taiwan.