(Taiwan, ROC) – Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa meloloskan pendalaman laporan hubungan Taiwan dan Eropa, Kementerian Luar Negeri Taiwan hari Kamis (2/9) selain menyambut dengan gembira perkembangan ini, juga mengemukakan sangat optimis dengan upaya keras kedua belah pihak maka hubungan kerja sama persahabatan Taiwan dan Uni Eropa yang mendapat dukungan dari Parlemen Eropa akan memberikan tonggak yang baru.
Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa kemarin (1/9) meloloskan laporan "Kerja Sama dan Hubungan Politik Uni Eropa – Taiwan”, selain sangat mengkhawatirkan ancaman militer dari RRT, juga menyarankan agar Uni Eropa mengevaluasi pengaruh dari perjanjian kerja sama investasi bilateral, serta mengubah nama resmi Kantor Urusan Perdagangan Eropa menjadi Kantor Perwakilan Eropa untuk Taiwan. Dalam press rilis Kementerian Luar Negeri yang diterbitkan pagi tadi (2/9) mengungkapkan, Parlemen Eropa juga membuat amendemen dan meloloskannya, menegaskan bahwa Parlemen Eropa mendukung dan menyambut baik atas persetujuan pembentukan kantor perwakilan Taiwan di Lithuania, mengancam RRT yang memberikan sanksi ekonomi kepada Lithuania.
Kementerian Luar Negeri mengemukakan, kemenlu sangat menyambut baik dan berterima kasih terhadap tindakan perdana Parlemen Eropa yang secara agresif lebih memperdalam hubungan persahabatan dengan Taiwan. Laporan ini dijadwalkan akan diusung ke sidang pleno untuk pengambilan keputusan, Kemenlu akan terus secara khusus memperhatikan hasil akhir pengambilan suara. Kemenlu menyampaikan, Taiwan dan Uni Eropa adalah mitra yang memiliki kesepahaman serupa dalam berbagi nilai-nilai demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia dan lainnya. Uni Eropa telah memberikan bebas visa Schengen sejak tahun 2011, hubungan kedua belah pihak tidak saja terus diperkokoh, juga terus meningkatkan pertukaran pejabat dari berbagai tingkatan.
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, Terutama dalam laporan yang mengangkat pemberian bebas visa Schengen sudah berjalan selama satu dekade, kesepakatan Taiwan dan Lithuania untuk saling mendirikan kantor perwakilan, semua ini sebagai bukti yang paling baik bagi kedua belah pihak; Taiwan dan Uni Eropa untuk terus memperdalam hubungan; Kemenlu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas tindakan nyata yang kembali dilakukan oleh Parlemen Eropa, mendukung kamp demokrasi Taiwan dan Lithuania dalam upaya melawan penindasan rezim otoriter. Kedepan akan mempertahankan konsep demokrasi, bersama Uni Eropa, AS, Jepang dan negara-negara yang memiliki pandangan serupa memperdalam kerjasama, berkomitmen mengkonsolidasikan kekuatan berdemokrasi.”
Kemenlu mengungkapkan, Taiwan tidak akan mundur hanya karena tekanan dan ancaman, dengan terus berpegang pada keyakinan demokrasi untuk terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman serupa seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan lainnya, mempersatukan dan memperkokoh kekuatan kamp demokrasi global.