(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada laporan dari satuan Angkatan Udara Taiwan tentang kondisi gerak gerik pesawat milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada tanggal 26 Agustus 2021, disebutkan 1 pesawat angkut Shaanxi Y-8 (Y-8 ASW) patrol maritim, dan 1 helikopter anti kapal selam Harbin Z-9 (Z-9 ASW), mengintrusi zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) bagian barat daya Taiwan. Dalam menanggapinya, Angkatan Udara pun mengerahkan pasukan patroli udara untuk mencegah dan memperingatkan mereka agar menjauh, serta melakukan pelacakan dan pemantauan dengan menggunakan sistem rudal anti-pesawat.
Kementerian Pertahanan selalu memberikan informasi terbaru mengenai gerak gerik pesawat RRT di kolom “Kondisi Militer Terkini” dalam situs resminya, sejak tanggal 17 September tahun lalu.
Menurut laporan gerak gerik pesawat RRT pada hari ini, disebutkan jika pada sore hari terdapat 1 pesawat angkut Shaanxi Y-8 (Y-8 ASW) patrol maritim, dan 1 helikopter anti kapal selam Harbin Z-9 (Z-9 ASW), mengintervensi zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) bagian barat daya Taiwan, namun tidak memasuki wilayah udara laut tenggara Taiwan, juga tidak melintasi garis tengah selat Taiwan. Menurut catatan publik dari Kemenhan, ini merupakan kali pertama Helikopter Harbin Z-9 masuk mengganggu Taiwan.
Menurut data dari Kemenhan, pada tanggal 15 Juni total ada 28 pesawat RRT (1 pesawat patrol maritim, 4 pesawat Xian H-6, 1 pesawat Yunshuji-8, 2 pesawat Shaanxi KJ-500, 14 pesawat Shenyang J-16 dan 6 pesawat Shenyang J-11) yang mengintervensi Taiwan, menjadikannya sebagai rekor jumlah terbanyak dalam statistik Kementerian Pertahanan Nasional. Kedua terbanyak adalah pada tanggal 12 April, dengan total 25 pesawat.