(Taiwan, ROC) –Media Jepang memberitakan Partai Demokrat Liberal dalam waktu singkat ini akan menggelar pembahasan terkait keamanan, mencakup pembahasan bersama anggota parlemen dan parpol. Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou pada hari Kamis ini (19/8) menanggapi isu ini, pihaknya berada di posisi netral, terhadap isu tertentu atau topik pembahasan di antara parpol, Kemenlu tidak akan memberikan komentar namun tetap berpandangan optimis dalam pembinaan hubungan.
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “ Kemenlu berpegang pada posisi netral, pihak kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terhadap isu-isu substantif yang dibahas antar parpol ataupun isu-isu tertentu yang ditujukan.”
Berkaitan dengan media Japan Times yang melaporkan, ada sumber informasi yang menyampaikan, Partai Demokrat Liberal bersama partai DPP Taiwan merencanakan paling cepat dalam bulan ini akan mengadakan rapat pembahasan berkaitan dengan keamanan, akan mengusung “dialog keamanan 2+2”. Jubir partai DPP Hsieh Pei-fen(謝佩芬) pada hari Kamis ini menyampaikan, diplomatik partai DPP selalu aktif, dan terus melakukan pertukaran dengan partai politik besar di berbagai negara, termasuk juga selama masa epidemi juga aktif melakukan hubungan diplomatik. Pihaknya akan terus melanjutkan mempromosikan semakin banyak kerjasama dan dialog.
Fuji News Network Jepang tanggal 18 Agustus melaporkan, pertemuan kepala dari Kementerian Luar Negeri dari partai berkuasa Jepang Partai Demokrat Liberal dan Kementerian Pertahanan Keamanan Nasional saat ini tengah membahas dan akan mengadakan rapat negosiasi secara virtual dengan anggota legislator Partai Progresif Demokrat paling cepat pada Agustus ini.
Dari pihak Jepang akan diwakili oleh kepala kementerian luar negeri dari Partai Demokrat Liberal (tim kementerian luar negeri), Sato Masahisa, dan kepala kementerian pertahanan keamanan (tim pertahanan keamanan), Taku Otsuka, dari Taiwan sendiri direncanakan akan dihadiri oleh legislator dari partai berkuasa, Partai Progresif Demokrat, ajang pertemuan ini dilaksanakan secara virtual.
Beberapa tahun terakhir ini RRT selain sering menyelenggarakan kegiatan militer di sekitar Taiwan, bahkan kapal polisi maritimnya juga terus berada di sekitar pulau Diaoyutai (di Jepang bernama Kepulauan Senkaku), untuk itu Taiwan dan Jepang harus melakukan pertukaran pandangan terkait situasi tersebut.