(Taiwan, ROC) – Mengingat militer Daratan Tiongkok mengekspansi ke Laut Cina Selatan, Laut Cina Timur, Taiwan dan lainnya, Wakil Perdana Menteri yang sekaligus sebagai pelaksanaan keuangan nasional Jepang, Taro Aso dalam jumpa pers tanggal 10 Agustus kemarin menyampaikan, akan menambah dana anggaran pertahanan keamanan negara untuk anggaran setelah tahun 2022.
Terkait penambahan dana anggaran pertahanan dalam rancangan anggaran nasional Jepang setelah tahun 2022, Taro Aso menyampaikan, dana anggaran pertahanan nasional merupakan hal yang pasti dan kebalikannya apabila pihak lawan meningkatkan dana anggaran pertahanannya maka Jepang juga akan meresponsnya dengan meningkatkan anggaran pertahanan keamanan nasionalnya.
Yang dimaksud Taro Aso adalah Daratan Tiongkok tengah mempersiapkan untuk memperkuat militernya, untuk itu Jepang juga harus melakukan tindakan menanggapinya. Taro Aso menegaskan, mempertimbangkan situasi Laut Cina Selatan, Laut Cina Timur, dan Selat Taiwan, maka Jepang harus merespons, melakukan pencegahan dan menambah dana anggaran pertahanan keamanan yang mana ini merupakan hal yang seharusnya dilakukan.
Daratan Tiongkok menganggarkan dana pertahanan keamanannya untuk tahun 2021 sebesar RMB 1.355 triliun, angka ini adalah sekitar 4 kali lipat dari anggaran pertahanan keamanan Jepang.
Mengingat tindakan pengoperasian laut dari Daratan Tiongkok yang sudah meluas, Korea Utara mulai mengembangkan persenjataan nuklir dan rudal balistik serta lainnya, Untuk itu Jepang telah meningkatkan anggaran pertahanan keamanannya selama 9 tahun berturut sejak tahun 2013 Jepang telah meningkat. Setiap tahun menembus rekor tertinggi baru sejak tahun 2015, sedangkan untuk anggaran tahun 2021 yang sedang berjalan ini mencapai 5.342 triliun Yen.