History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Membina Petambak Udang Lokal Indonesia Meraih Pangsa Global

  • 29 July, 2021
  • 鄭蕙玲
Membina Petambak Udang Lokal Indonesia Meraih Pangsa Global
Membina petambak udang lokal Indonesia meraih pangsa global

Jakarta (RTI/Antara) –Rasa syukur terucap dari Ketua Kelompok Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Wijaya Kusuma, Ong Aryadi yang menerima bantuan calon induk unggul dari Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem.

Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan itu adalah sebanyak 2000 ekor calon induk udang yang diberikan kepada HSRT Wijaya Kusuma di Desa Tegalmulya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kelompok HSRT Wijaya Kusuma yang beranggotakan 7 orang ini telah melakukan usaha pembenihan udang selama 15 tahun dengan komoditas udang vaname dan udang windu.

Ong Aryadi menjelaskan bahwa kelompoknya merupakan fasilitator dari pembudi daya dan petambak semi tradisional dan tradisional dengan memasarkan larva udang vaname dan udang windu untuk dibudidayakan. HSRT Wijaya Kusuma memasok beberapa daerah seperti di wilayah Tegal dan Pangandaran.

Selain itu, kelompok HSRT tersebut juga telah memiliki sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), serta sarana biosecurity dan unit pengolahan limbah yang baik, sehingga kelestarian lingkungan di sekitar lokasi usahanya tetap terjaga.

Aryadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan induk yang berasal dari Balai yang merupakan bantuan dari KKP, kualitas dari udang yang dihasilkan menjadi lebih terjamin.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, yang akrab disapa Tebe, menyatakan bahwa peremajaan induk unggul merupakan langkah KKP dalam memastikan produk perikanan budi daya dapat terus terjaga mutu dan kualitasnya, sehingga mendapatkan kepercayaan baik pasar domestik maupun internasional.

Apalagi, lanjutnya, subsektor perikanan budi daya menjadi salah satu bidang yang diarahkan untuk diperkuat dan dioptimalkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Tebe menilai bahwa tambak tradisional memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan karena tingkat produktivitas maupun pemanfaatan yang masih cukup rendah.

Untuk itu, ujar dia, program bantuan calon induk menyasar kepada HSRT agar pemanfaatan tambak tradisional dapat terus berjalan. Sedangkan untuk tahun 2022 KKP telah menyiapkan program revitalisasi infrastruktur dasar pertambakan tradisional agar dapat ditingkatkan produktivitasnya.

Terkait pengembangan induk unggul, Haeru juga memastikan bahwa jajarannya terus melakukan kegiatan perekayasaan genetik yang diperlukan untuk dapat menghasilkan strain baru yang pertumbuhannya lebih cepat, kemampuan adaptasi lebih baik, dan lebih tahan akan penyakit.

Komentar

Terbarumore